Anda Mencari Biro Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Pasaman Kami Solusinya Hubungi : 0857 1027 2813 konsultaniso9001.net adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan.

Biro Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Pasaman Melalui berbagai TRAINING ISO yang diselenggarakan menggunakan Metode Accelerated Learning, sehingga Karyawan Dipacu untuk lebih aktif dalam pembelajaran sehingga dapat menerapkan Sistem ini dengan Baik Nantinya. Biro Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Pasaman

Tag :
Konsultan ISO 9001 | Biro Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Pasaman

Jasa Training OHSAS 18001 di Tolikara

Jasa Training OHSAS 18001 di Tolikara | Hubungi : 0857 1027 2813 PT Bintang Solusi Utama adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan. Jasa Training OHSAS 18001 di Tolikara

saco-indonesia.com, Bareskrim Mabes Polri telah menggerebek tempat penampungan Tenaga Kerja Wanita ilegal di Kota Bekasi, Jawa B

saco-indonesia.com, Bareskrim Mabes Polri telah menggerebek tempat penampungan Tenaga Kerja Wanita ilegal di Kota Bekasi, Jawa Barat. Sebanyak 161 TKW telah diamankan oleh petugas, malam tadi.

Lokasi penggerebekan itu telah berada di Jalan Cendana, Perumahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat. Mereka telah di tampung oleh salah satu agency ketenagakerjaan di rumah mewah nomor 14 tersebut.

Kanit Traficking Inperson Subdit 3 Pidum Mabes Polri, Kompol Arie Dharmanto, telah mengatakan, bahwa temuan itu juga merupakan pengembangan atas kasus yang tengah ditangani oleh Pengadilan Tinggi Malaysia.

"Kami juga telah mengamankan dua orang tersangka yang berinisial Y dan V," katanya.

Kata dia, kedua tersangka itu telah ditangkap di Nusa Tenggara Timur. Keduanya kini masih harus menjalani pemeriksaan oleh penyidik guna pengembangan kasus lebih lanjut.

Pantauan di lapangan, begitu polisi datang, mereka lalu mendata ratusan calon TKI tersebut satu per satu. Tampak mereka merasa malu dan menutup wajahnya dengan menggunakan tangan ketika kamera wartawan telah mengambil gambarnya.

Untuk sementara waktu, mereka masih ditempatkan di lokasi penggerebekan, rencananya mereka akan dipulangkan ke daerah masing-masing di Jawa, NTT, NTB, dan Kalimantan.


Editor : Dian Sukmawati

saco-indonesia.com, Pelatih Liverpool, Brendan Rodgers, telah menyebut bahwa trofi adalah raihan yang juga sudah jadi tradisi da

saco-indonesia.com, Pelatih Liverpool, Brendan Rodgers, telah menyebut bahwa trofi adalah raihan yang juga sudah jadi tradisi dan wajib hukumnya di klub. Oleh karena itu ia akan bertekad dan berharap anak buahnya dapat tampil serius di semua kompetisi yang mereka ikut, termasuk Piala FA.

The Reds juga akan menghadapi Bournemouth di babak empat kompetisi tertua di Inggris tersebut. Meski skuatnya tengah dihantam oleh badai cedera, Rodgers ingin memberikan yang terbaik bagi para fans.

"Saat ini hanya ada 15 pemain yang berlatih, kami juga harus menurukan beberapa pemain muda. (Terkait Piala FA) Itu adalah kompetisi yang telah kami ingin jalani dengan baik. Sejarah klub ini mewajibkan kami untuk dapat memenangkan trofi, jadi setiap laga penting bagi kami dan kami ingin mendapat hasil yang bagus," tuturnya pada LiverpoolFC.com.

Meski lebih memprioritaskan target finish di empat besar Premier League, Rodgers tetap ingin timnya bisa membagi fokus di semua kompetisi yang mereka ikut.

"(Empat besar) selalu menjadi prioritas, namun seperti yang saya bilang soal trofi tadi, ini adalah pertandingan yang ingin kami menangkan," pungkas Rodgers


Editor : Dian Sukmawati

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Mr. Napoleon was a self-taught musician whose career began in earnest with the orchestra led by Chico Marx of the Marx Brothers.

Artikel lainnya »