Anda Mencari Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Kerinci Kami Solusinya Hubungi : 0857 1027 2813 konsultaniso9001.net adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan.

Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Kerinci Melalui berbagai TRAINING ISO yang diselenggarakan menggunakan Metode Accelerated Learning, sehingga Karyawan Dipacu untuk lebih aktif dalam pembelajaran sehingga dapat menerapkan Sistem ini dengan Baik Nantinya. Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Kerinci

Tag :
Konsultan ISO 9001 | Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Kerinci

Jasa Consultant ISO 14001 di Pagar Alam

Jasa Consultant ISO 14001 di Pagar Alam | Hubungi : 0857 1027 2813 PT Bintang Solusi Utama adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan. Jasa Consultant ISO 14001 di Pagar Alam

Terpidana kasus korupsi yang menjadi buronan Kejaksaan Agung, Susno Duadji dikabarkan menyerahkan diri ke pihak kejaksaan. Susno

Terpidana kasus korupsi yang menjadi buronan Kejaksaan Agung, Susno Duadji dikabarkan menyerahkan diri ke pihak kejaksaan. Susno kini sudah berada 'di tangan' tim eksekusi Kejaksaan Agung.

Informasi yang dihimpun detikcom, Jumat (3/5/2013) Susno menyerahkan diri malam tadi. Susno menyerahkan diri setelah ditetapkan buron selama sepekan.

Saat dikonfirmasi Kapuspenkum Kejagung Setia Untung Arimuladi enggan menjelaskan lebih jauh. Dirinya tidak mengetahui persis informasi tersebut.

"Saya tidak tahu," kata Setia saat dikonfirmasi.

Setia juga belum mengetahui soal informasi Jaksa Agung Basrief Arief akan melakukan jumpa pers pagi ini terkait penyerahaan diri Susno.

"Jangan paksa saya ngomong dong kalau saya tidak mau," imbuhnya.

Sementara itu kuasa hukum Susno Fredrich Yunadi juga belum mengetahui informasi tersebut. "Saya tidak tahu, tanya Kejaksaan saja," jawabnya singkat.

Seperti diketahui, Rabu, (24/4) pagi, Jaksa eksekutor dari Kejati DKI, Kejati Jabar dan Kejari Jakarta Selatan yang berjumlah puluhan orang mendatangi rumah Susno Duadji di Dago Pakar, Bandung. Mereka akan melakukan eksekusi pada mantan Kabareskrim itu.

Perdebatan sengitpun tidak dapat dihindarkan. Susno meminta perlindungan dari Polda Jawa Barat. Eksekusi yang berlangsung hingga tengah malam ini pun gagal. Jaksa harus pulang dengan tangan hampa.

Di tengah upaya jaksa mencari dan mengesekusi Susno, tiba-tiba publik dikagetkan dengan kemunculan Susno di Youtube. Dalam video itu, Susno menuding kejaksaan melakukan eksekusi liar.

Dalam rekaman berdurasi 15 menit 34 detik itu, Susno mengaku tidak berupaya melarikan diri untuk menghindar dari eksekusi. Bakal calon anggota legislatif dari Partai Bulan Bintang itu menyatakan, saat ini ia berada di daerah pemilihan Jawa Barat 1.

    saco-indonesia.com,     Kau tanya, aku menjawab     kamu minta, aku berikan

    saco-indonesia.com,

    Kau tanya, aku menjawab
    kamu minta, aku berikan
    ku sayangi kamu

    Ku bicara, kamu yang diam
    ku mendekat, kamu menghindar
    separah inikah kamu dan aku

    Bagaimana bisa aku tak ada di setiapmu melihat
    sementara ku ada
    bagaimana bisa kamu lupakan yang tak mungkin dilupakan
    aku selalu cinta, selalu cinta

    Kamu hilang, aku menghilang
    semua hilang yang tak kukira
    jangan tanya lagi, tanya mengapa

    Bagaimana bisa aku tak ada di setiapmu melihat
    sementara ku ada
    bagaimana bisa kamu lupakan yang tak mungkin dilupakan
    aku selalu cinta tapi kamu tidak
    tapi kamu tidak, tapi kamu tidak

    Bagaimana bisa aku tak ada di setiapmu melihat
    sementara ku ada, aku selalu ada
    bagaimana bisa kamu lupakan yang tak mungkin dilupakan
    aku selalu cinta tapi kamu tidak
    tapi kamu tidak, tapi kamu tidak

    Editor : dian sukmawati

 

BEIJING (AP) — The head of Taiwan's Nationalists reaffirmed the party's support for eventual unification with the mainland when he met Monday with Chinese President Xi Jinping as part of continuing rapprochement between the former bitter enemies.

Nationalist Party Chairman Eric Chu, a likely presidential candidate next year, also affirmed Taiwan's desire to join the proposed Chinese-led Asian Infrastructure Investment Bank during the meeting in Beijing. China claims Taiwan as its own territory and doesn't want the island to join using a name that might imply it is an independent country.

Chu's comments during his meeting with Xi were carried live on Hong Kong-based broadcaster Phoenix Television.

The Nationalists were driven to Taiwan by Mao Zedong's Communists during the Chinese civil war in 1949, leading to decades of hostility between the sides. Chu, who took over as party leader in January, is the third Nationalist chairman to visit the mainland and the first since 2009.

Relations between the communist-ruled mainland and the self-governing democratic island of Taiwan began to warm in the 1990s, partly out of their common opposition to Taiwan's formal independence from China, a position advocated by the island's Democratic Progressive Party.

Despite increasingly close economic ties, the prospect of political unification has grown increasingly unpopular on Taiwan, especially with younger voters. Opposition to the Nationalists' pro-China policies was seen as a driver behind heavy local electoral defeats for the party last year that led to Taiwanese President Ma Ying-jeou resigning as party chairman.

Artikel lainnya »