Sertifikasi Manajemen Risiko Level 1

Anda Mencari Layanan Jasa Konsultan ISO 9001 Murah di Boyolali Kami Solusinya Hubungi : 0857 1027 2813 konsultaniso9001.net adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan.

Layanan Jasa Konsultan ISO 9001 Murah di Boyolali Melalui berbagai TRAINING ISO yang diselenggarakan menggunakan Metode Accelerated Learning, sehingga Karyawan Dipacu untuk lebih aktif dalam pembelajaran sehingga dapat menerapkan Sistem ini dengan Baik Nantinya. Layanan Jasa Konsultan ISO 9001 Murah di Boyolali

Tag :
Konsultan ISO 9001 | Layanan Jasa Konsultan ISO 9001 Murah di Boyolali

Jasa Sertifikasi ISO di Wonosobo

Jasa Sertifikasi ISO di Wonosobo | Hubungi : 0857 1027 2813 PT Bintang Solusi Utama adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan. Jasa Sertifikasi ISO di Wonosobo

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Amir Syamsuddin menegaskan bahwa bursa calon presiden melalui jalur konvensi hanya dibuka untuk tokoh publik yang berminat dan tentu saja kompeten.

JAKARTA, Saco-Indonesia.com - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Amir Syamsuddin menegaskan bahwa bursa calon presiden melalui jalur konvensi hanya dibuka untuk tokoh publik yang berminat dan tentu saja kompeten. Jalur undangan tak akan dibuka karena dikhawatirkan bakal mengganggu tokoh publik yang berasal dari partai lain.

"Kita tidak akan mengundang. Silakan mereka yang berminat. Kalau kita mengundang ada kekhawatiran," kata Amir, di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (4/6/2013).

Secara pribadi, kata Amir, dirinya enggan mengganggu konsentrasi tokoh publik yang memiliki elektabilitas tinggi dengan mengundang mengikuti konvensi, termasuk di antaranya tidak akan mengundang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Namun begitu, pintu lebar akan selalu terbuka untuk tokoh yang ingin berpartisipasi dalam konvensi capres tersebut.

"Jangan terkesan kita sengaja mengundang, mengganggu mereka, jangan. Tetapi kalau mereka berkeinginan berpartisipasi ya tidak apa-apa. Semua (tokoh) yang baik-baik itu silakan, jangan kita ganggu," ujarnya.

Bursa pencalonan presiden melalui konvensi Partai Demokrat terus digodok. Di dalam konvensi itu juga masih terdapat banyak kemungkinan, menyusul patokan mekanisme intinya yang belum juga dipastikan.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf sempat menjelaskan bahwa pihaknya masih membuka pintu lebar untuk menerima dan mengundang semua calon yang dianggap kompeten. Termasuk di antaranya adalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang merupakan kader PDI Perjuangan.

Nurhayati juga menyampaikan bahwa konsep konvensi akan digelar semi terbuka. Pendaftaran dibuka bebas tetapi hanya untuk figur yang memenuhi syarat. Menurutnya, jalur konvensi calon presiden tidak mungkin dibuka gamblang karena dikhawatirkan bakal memengaruhi kredibilitas dari konvensi itu sendiri.

Ada beberapa kriteria utama yang harus dimiliki para pendaftar, di antaranya populer, memiliki integritas, loyal, dan paham dengan visi misi Partai Demokrat. Pendaftaran peserta konvensi calon presiden akan dimulai Agustus 2013 mendatang. Saat ini, beberapa persiapan tengah dimatangkan.

Pada bulan ini Partai Demokrat akan memulai tahapan dengan mengatur mekanisme peserta konvensi. Komite konvensi dan panitia seleksi akan dibentuk sebelum Agustus 2013. Pendaftar yang lolos seleksi akan diusung sebagai capres dari Partai Demokrat Pada pertengahan Agustus proses konvensi sudah berjalan dan para pendaftar konvensi mulai diseleksi. Konvensi ini digelar semi-terbuka dan hanya figur potensial yang diperbolehkan masuk dalam bursa konvensi.

Partai Demokrat memutuskan melakukan konvensi untuk menjaring kandidat calon presiden. Saat ini, tim seleksi tengah dibentuk dan akan diumumkan pada Juni 2013. Baik calon internal maupun eksternal diperkenankan mendaftar sebagai kandidat capres. Partai Demokrat akan menetapkan kriteria tertentu untuk menjaring setidaknya 15 calon. Setelah itu, akan ada tahapan kampanye ke daerah-daerah dan dilanjutkan dengan survei.

 
Editor :Liwon Maulana
Sumber:Kompas.com

Kasus dugaan dalam suap Kajari Praya yang telah menyangkut bekas petinggi Partai Hati Nurani Rakyat, Bambang W Soeharto terus berlanjut. KPK juga masih harus mengembangkan penyidikan dengan kembali memeriksa Ketua Dewan Kosgoro itu. Bambang yang mengenakan baju batik itu tiba di KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, sekitar pukul 09.48 pagi WIB. Sebelum masuk ke gedung KPK, Bambang juga tidak memberikan keterangan.

Kasus dugaan dalam suap Kajari Praya yang telah menyangkut bekas petinggi Partai Hati Nurani Rakyat, Bambang W Soeharto terus berlanjut. KPK juga masih harus mengembangkan penyidikan dengan kembali memeriksa Ketua Dewan Kosgoro itu.

Bambang yang mengenakan baju batik itu tiba di KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, sekitar pukul 09.48 pagi WIB. Sebelum masuk ke gedung KPK, Bambang juga tidak memberikan keterangan.

"Saya belum tahu, tidak tahu," katanya sambil masuk gedung KPK, (Selasa,11/3).

Bambang yang datang bersama pendampingnya ini langsung masuk ke gedung KPK, saat wartawan bertanya kasus yang menyangkut dirinya.

Bambang sebelumnya telah dicegah ke luar negeri atas permintaan dari KPK. Bambang yang telah menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Hanura dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Hanura itu langsung dicopot dari jabatannya oleh Ketua Umum Hanura Wiranto begitu diduga telah terlibat dalam kasus tersebut.

Bambang juga merupakan bos dari Lucyta Anie Razak, perempuan yang sebelumnya tertangkap bersama Kepala Kejari Praya Subri di Mataram. Perusahaan Lucyta diduga adalah anak perusahaan milik Bambang. Lucyta dituding menyuap Subri terkait pemalsuan dokumen tanah di Lombok Tengah.

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Fullmer, who reigned when fight clubs abounded and Friday night fights were a television staple, was known for his title bouts with Sugar Ray Robinson and Carmen Basilio.

Artikel lainnya »