Sertifikasi Halal

Anda Mencari Menerima Jasa Konsultan ISO 9001 di Belu Kami Solusinya Hubungi : 0857 1027 2813 konsultaniso9001.net adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan.

Menerima Jasa Konsultan ISO 9001 di Belu Melalui berbagai TRAINING ISO yang diselenggarakan menggunakan Metode Accelerated Learning, sehingga Karyawan Dipacu untuk lebih aktif dalam pembelajaran sehingga dapat menerapkan Sistem ini dengan Baik Nantinya. Menerima Jasa Konsultan ISO 9001 di Belu

Tag :
Konsultan ISO 9001 | Menerima Jasa Konsultan ISO 9001 di Belu

Jasa Training ISO 27001 Terbaik dan Berpengalaman di Mataram

Jasa Training ISO 27001 Terbaik dan Berpengalaman di Mataram | Hubungi : 0857 1027 2813 PT Bintang Solusi Utama adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan. Jasa Training ISO 27001 Terbaik dan Berpengalaman di Mataram

    saco-indonesia.com,     cinta yang tulus dalam hatiku     membuang hasrat m

    saco-indonesia.com,

    cinta yang tulus dalam hatiku
    membuang hasrat mimpiku
    tuk bisa menyatakan sayang
    tuk bisa mengungkapkan semua
    pada dirimu

    tak mungkin bagiku tuk memilikimu
    segala rasa yang pasti tak mungkin
    tuk bisa kau terima semua
    tuk bisa kunyatakan rasa
    kucinta kamu

    reff:
    ketika bunga tak bermekar lagi
    dan dunia tak mungkin berputar lagi
    saat cinta tak membakar hati ini
    kau kan tahu betapa aku mencintaimu
    betapa aku menginginkan kamu

    tak mungkin bagiku tuk memilikimu
    segala rasa yang pasti tak mungkin
    tuk bisa kau terima semua
    tuk bisa kunyatakan rasa
    kucinta kamu

    back to reff: [2x]

    betapa aku menginginkan kamu


    Editor : Dian Sukmawati

 

Berbagai macam cara yang dilakukan orang dalam bisnis internet sangatlah banyak, dan ranking website sangat diperlukan untuk mem

Berbagai macam cara yang dilakukan orang dalam bisnis internet sangatlah banyak, dan ranking website sangat diperlukan untuk memajukan usaha yang dijalankan. Berikut saya berbagi tips untuk menaikkan ranking disalah satu search engine, ALEXA.

 
 
1.  Install toolbar Alexa atau extensi Firefox SearchStatus dan atur blog anda sebagai homepage di browser anda. Ini adalah langkah paling dasar.
2.  Pasang widget rangking Alexa di web anda. Saya melakukannya setiap hampir setiap blogging dan menerima beberapa klik setiap hari. Menurut beberapa orang, setiap klik dihitung sebagai sebuah kunjungan bahkan jika toolbar-nya tidak dipakai oleh sang pengunjung.
3.  Ajak orang lain untuk menggunakan toolbar Alexa. Termasuk teman-teman anda, sesama webmaster juga pengunjung atau pembaca blog/situs. Pastikan bahwa anda me-link ke penjelasan mendetail yang diberikan oleh Alexa mengenai toolbar mereka dan sistem pelacakan yang mereka gunakan sehingga para pembaca tahu toolbar apa yang akan mereka install.
4.  Jika kamu bekerja di warnet, kantor, dll.  Pasanglah toolbar Alexa atau extensi Firefox SS di semua komputer disana dan pasanglah web anda sebagai homepage di semua browser. Mungkin hal itu akan membantu hanya jika komputer di kantor tersebut menggunakan IP dinamis atau berbeda. kang salman sering melakukan ini saat iseng main ke warnet-warnet yang kang salman temukan.
5.  Mintalah teman-teman mengulas (review) dan menilai profile website anda menurut Alexa. Kang salman merasa hal ini menjadi nilai tambah kita di mata alexa rank
6.  Tulis artikel mengenai Alexa. Webmaster dan blogger suka membaca bagaimana cara meningkatkan rangking Alexa. Mereka akan membuat link ke artikel anda dan jika beruntung mereka akan dengan baik hati mengirim pengunjung ke blog anda (dengan kata lain para pengunjung dengan toolbar sudah terinstall). Hal ini secara berangsur-angsur akan berefek pada rangking Alexa anda.
7.   Pamerkan URL anda di forum-forum webmaster. Webmaster biasanya memiliki toolbar terinstall dalam komputer mereka. Anda akan mendapatkan kunjungan dari para webmaster dan mampu menawarkan feedback yang berguna. Hal itu juga merupakan cara yang baik untuk membalas budi pada komunitas jika anda memiliki artikel yang berguna untuk dibagi dengan yang lain.
8.  Tulis artikel yang berkaitan dengan webmaster. Webmaster adalah sebuah web yang cukup besar dan menangani banyak pengunjung, misal : Blog ini hehehe bercanda, Artikel tersebut bisa membahas domain dan SEO,dua bidang di mana para webmaster akan memiliki toolbar Alexa terinstall. Promosikan konten anda di web jejaring sosial dan forum webmaster.
9.  Gunakan redirect Alexa untuk URL web anda. Coba ini : http://redirect.alexa.com/redirect?www.doshdosh.com Ganti doshdosh.com dengan URL dari blog anda. Tinggalkan link ini dalam komentar blog juga tanda tangan forum. Redirect ini akan dihitung sebagai alamat IP unik setiap satu hari jadi mengklik link ini beberapa kali tidak akan membantu. Menurut Kabar yang kang salman dengar, Tidak ada bukti remsi bahwa redirect secara positif menguntungkan rangking Alexa anda, jadi gunakan dengan hati- hati.
10.  Posting artikel di web jejaring sosial kawasan Asia atau forum-forum. Beberapa webmaster telah menyarankan bahwa pengguna web dari Asia Timur adalah penggemar berat toolbar Alexa, menilai dari hadirnya beberapa website dari Asia yang muncul di Alexa Top 500. Saya menyarankan mencoba hal ini jika anda memiliki kapasitas untuk melakukannya.
11.  Ciptaan sebuah bagian webmaster tool di dalam website anda. Hal ini merupakan sebuah magnet untuk webmaster yang akan sering mengunjungi web anda untuk mendapatkan akses ke tool itu. misal tool itu meta tag analisis, atau cek pagerank dll.
12.  Dapatkan pengunjung yang menyebar artikel anda ke Digg atau Stumbled maupun Facebook dan Twitter. Biasanya hal ini akan membawa banyak pengunjung ke web anda dan jumlah yang meningkat tajam itu akan menimbulkan dampak positif untuk rangking Alexa anda. Secara alami, anda perlu mengembangkan artikel yang layak untuk dilink.
13.  Lakukanlah  promosi dengan memanfatkan iklan Pay Per Click. Beli spot iklan di search engine seperti Google atau Exact Seek akan menolong anda memperoleh sejumlah pengunjung. Dua kali lipat menguntungkan anda bila iklan anda sangat relevan untuk webmaster. atau silakan klik disini untuk cara promosi yang baik
14.  Buat sebuah kategori mengenai Alexa di dalam blog anda dan gunakan itu sebagai kategori saat anda menulis artikel atau berita apapun mengenai Alexa. Tindakan ini adalah sebuah sumber yang mudah diakses oleh webmaster atau para pengunjung yang datang dari search engine dan juga akan menolong rangking anda meningkat dalam sebuah hasil pencarian. Walaupun sebenarnya kang salman tidak menerapkan ini :p hehehe tapi yang penting arahkanlah pengunjung anda untuk lebih mudah mengakses informasi mengenai Alexa
15.  Optimalkan posting populer anda. Anda memiliki posting populer yang secara teratur mendapatkan traffic dari search engine? Masukkan sebuah widget /graphic di bawah posting itu, link ke posting mengenai Alexa yang anda buat atau gunakan redirection dari Alexa di dalam URL internal anda.
16.  Pasang Iklan banner dan link untuk mendapatkan pengunjung dari forum webmaster dan situs-situs. Iklan yang menyolok dan bagus akan menarik banyak pengunjung ke situs anda, yang bisa secara signifikan menaikkan rangking anda.
17.  Sewa editor grafis untuk mendandani web anda. Cara lain beli tanda tangan di sebuah forum web atau promosikan artikel tertentu atau materi tertentu di situs anda secara teratur. Anda bisa dengan mudah menemukan editor grafis untuk disewa di Digital Point dan forum webmaster lain. tujuannya agar memaksimalkan kekuatan tersembunyi dari situs anda
18.   Ini cara yang tidak kang salman gunakan, Bayar pemilik Warnet untuk menginstall toolbar Alexa dan memasang situs anda sebagai homepage untuk semua komputer mereka. Hal ini mungkin sulit untuk dinego dan sebuah solusi yang tidak benar- benar berhasil untuk kebanyakan orang. Tetapi beberapa orang mengatakan bahwa hal ini berhasil. ( tapi bisa menjadi inspirasi buat anda. kang salman mengakalinya dengan mencoba ngelamar magang di warnet. Silakan kamu ngelamar kerja ke warnet deh, selain bisa ngenet gratis, kamu juga bisa lebih leluasa mengubah homepagenya hihihi)
19.  Gunakan MySpace. Hal ini agak curang dan kang salman sangat tidak merekomendasikannya kecuali jika anda benar-benar tertarik untuk memanipulasi rangkin Alexa anda. Gunakan gambar yang menarik secara visual atau banner dan link gambar itu ke URL anda yang sudah diredirected ke Alexa. Hal ini efektif jika web anda memiliki konten yang sangat relevan dengan pengguna MySpace.
20.  Coba Alexa auto surf. Apakah mereka bekerja ? Mungkin untuk situs yang benar-benar baru. Saya pikir mereka akan sangat sesuai untuk situs baru yang sangat miskin rangking Alexa. Ingat bahwa akan ada masalah saat anda mencoba menggunakan auto surf bersamaan dengan iklan kontekstual seperti Adsense. Dan cara ini juga bukan solusi jangka panjang untuk meningkatkan rangking Alexa anda jadi saya sarankan anda berhati-hati dengan cara ini.

source : berbagai artikel tentang Alexa
 

Ms. Crough played the youngest daughter on the hit ’70s sitcom starring David Cassidy and Shirley Jones.

Imagine an elite professional services firm with a high-performing, workaholic culture. Everyone is expected to turn on a dime to serve a client, travel at a moment’s notice, and be available pretty much every evening and weekend. It can make for a grueling work life, but at the highest levels of accounting, law, investment banking and consulting firms, it is just the way things are.

Except for one dirty little secret: Some of the people ostensibly turning in those 80- or 90-hour workweeks, particularly men, may just be faking it.

Many of them were, at least, at one elite consulting firm studied by Erin Reid, a professor at Boston University’s Questrom School of Business. It’s impossible to know if what she learned at that unidentified consulting firm applies across the world of work more broadly. But her research, published in the academic journal Organization Science, offers a way to understand how the professional world differs between men and women, and some of the ways a hard-charging culture that emphasizes long hours above all can make some companies worse off.

Photo
 
Credit Peter Arkle

Ms. Reid interviewed more than 100 people in the American offices of a global consulting firm and had access to performance reviews and internal human resources documents. At the firm there was a strong culture around long hours and responding to clients promptly.

“When the client needs me to be somewhere, I just have to be there,” said one of the consultants Ms. Reid interviewed. “And if you can’t be there, it’s probably because you’ve got another client meeting at the same time. You know it’s tough to say I can’t be there because my son had a Cub Scout meeting.”

Some people fully embraced this culture and put in the long hours, and they tended to be top performers. Others openly pushed back against it, insisting upon lighter and more flexible work hours, or less travel; they were punished in their performance reviews.

The third group is most interesting. Some 31 percent of the men and 11 percent of the women whose records Ms. Reid examined managed to achieve the benefits of a more moderate work schedule without explicitly asking for it.

They made an effort to line up clients who were local, reducing the need for travel. When they skipped work to spend time with their children or spouse, they didn’t call attention to it. One team on which several members had small children agreed among themselves to cover for one another so that everyone could have more flexible hours.

A male junior manager described working to have repeat consulting engagements with a company near enough to his home that he could take care of it with day trips. “I try to head out by 5, get home at 5:30, have dinner, play with my daughter,” he said, adding that he generally kept weekend work down to two hours of catching up on email.

Despite the limited hours, he said: “I know what clients are expecting. So I deliver above that.” He received a high performance review and a promotion.

What is fascinating about the firm Ms. Reid studied is that these people, who in her terminology were “passing” as workaholics, received performance reviews that were as strong as their hyper-ambitious colleagues. For people who were good at faking it, there was no real damage done by their lighter workloads.

It calls to mind the episode of “Seinfeld” in which George Costanza leaves his car in the parking lot at Yankee Stadium, where he works, and gets a promotion because his boss sees the car and thinks he is getting to work earlier and staying later than anyone else. (The strategy goes awry for him, and is not recommended for any aspiring partners in a consulting firm.)

A second finding is that women, particularly those with young children, were much more likely to request greater flexibility through more formal means, such as returning from maternity leave with an explicitly reduced schedule. Men who requested a paternity leave seemed to be punished come review time, and so may have felt more need to take time to spend with their families through those unofficial methods.

The result of this is easy to see: Those specifically requesting a lighter workload, who were disproportionately women, suffered in their performance reviews; those who took a lighter workload more discreetly didn’t suffer. The maxim of “ask forgiveness, not permission” seemed to apply.

It would be dangerous to extrapolate too much from a study at one firm, but Ms. Reid said in an interview that since publishing a summary of her research in Harvard Business Review she has heard from people in a variety of industries describing the same dynamic.

High-octane professional service firms are that way for a reason, and no one would doubt that insane hours and lots of travel can be necessary if you’re a lawyer on the verge of a big trial, an accountant right before tax day or an investment banker advising on a huge merger.

But the fact that the consultants who quietly lightened their workload did just as well in their performance reviews as those who were truly working 80 or more hours a week suggests that in normal times, heavy workloads may be more about signaling devotion to a firm than really being more productive. The person working 80 hours isn’t necessarily serving clients any better than the person working 50.

In other words, maybe the real problem isn’t men faking greater devotion to their jobs. Maybe it’s that too many companies reward the wrong things, favoring the illusion of extraordinary effort over actual productivity.

Artikel lainnya »