Anda Mencari Menerima Jasa Konsultan ISO 9001 di Ternate Kami Solusinya Hubungi : 0857 1027 2813 konsultaniso9001.net adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan.

Menerima Jasa Konsultan ISO 9001 di Ternate Melalui berbagai TRAINING ISO yang diselenggarakan menggunakan Metode Accelerated Learning, sehingga Karyawan Dipacu untuk lebih aktif dalam pembelajaran sehingga dapat menerapkan Sistem ini dengan Baik Nantinya. Menerima Jasa Konsultan ISO 9001 di Ternate

Tag :
Konsultan ISO 9001 | Menerima Jasa Konsultan ISO 9001 di Ternate

Jasa Training ISO 9001 di Way Kanan

Jasa Training ISO 9001 di Way Kanan | Hubungi : 0857 1027 2813 PT Bintang Solusi Utama adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan. Jasa Training ISO 9001 di Way Kanan

Ada 5 elemen penting yang juga harus diperhatikan dalam menentukan kesuksesan suatu pengecatan yaitu : 1. Pilihlah cat yang b

Ada 5 elemen penting yang juga harus diperhatikan dalam menentukan kesuksesan suatu pengecatan yaitu :

1. Pilihlah cat yang berkualitas
Dengan menggunakan cat yang bermutu, akan dapat mempermudah Anda dalam pengerjaannya, memberikan daya tutup yang lebih baik, dan telah memiliki daya tahan yang lebih lama. Karakter penting lainnya yang menentukan kualitas suatu cat adalah : daya rekat, daya sebar, scrub resistance (daya tahan terhadap gosokan ), burnish resistance ( daya tahan dari terbakar ), serta mudah dibersihkan dari noda. Cat yang berkualitas adalah yang menggunakan bahan - bahan yang ramah lingkungan, tidak menggunakan tambahan merkuri dan timah hitam yang mempunyai dampak berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

2. Gunakan peralatan pengecatan yang baik
Peralatan yang baik akan dapat membuat persiapan permukaan dan proses pengaplikasian cat lebih mudah dan aman. Kuas dan rol yang bermutu akan dapat menghasilkan permukaan yang lebih halus, dan tidak meninggalkan bristles ( gelembung -gelembung kecil ), sehingga dapat mempercepat waktu pengerjaan. Peralatan lain yang penting adalah tangga yang kokoh dengan pegangan tangan untuk keamanan Anda.

3. Persiapkan permukaan yang akan dicat dengan benar
Cat juga merupakan suatu lapisan yang sangat tipis. Oleh karena itu keberhasilan suatu pengecatan sangat ditentukan oleh persiapan permukaan yang benar. Perbaikilah kondisi tembok seperti retak - retak atau berlubang, sebelum Anda mengecat. Juga kondisi kelembaban serta kebersihan tembok harus Anda perhatikan.

4. Tutupi ruangan atau permukaan yang  tidak ingin dicat
      Anda akan dapat mengerjakan proses pengecatan dengan lebih cepat, tanpa harus kuatir akan noda/bercak -bercak cat, dimeja, kursi, gagang pintu dan barang-barang lainnya. Juga akan mempercepat dan memper-mudah proses pembersihan setelah mengecat.

5. Lakukan pengecatan pada kondisi cuaca yang baik
Untuk bisa mendapatkan hasil yang terbaik. ikuti selalu petunjuk yang direkomendasikan oleh produsen cat mengenai suhu maksimum dan minimum, serta tingkat kelembaban udara yang disarankan.Untuk pengecatan dianjurkan dilakukan pada saat cuaca cerah dan tidak di musim huian .

 

 Situs Penerjemah merupakan sebuah situs lembaga penyedia jasa terjemahan yang secara khusus menyediakan layanan penerjemah

 Situs Penerjemah merupakan sebuah situs lembaga penyedia jasa terjemahan yang secara khusus menyediakan layanan penerjemahan untuk semua dokumen resmi Anda. Layanan jasa penerjemah dokumen resmi yang disediakan di Situs Penerjemah sudah sejak tahun 2008 seiring dengan dimulainya usaha penyediaan jasa penerjemahan tersumpah. Situs Penerjemah sendiri memiliki staf penerjemah tersumpah yang berpengalaman yang siap membantu Anda untuk menerjemahkan dokumen-dokumen resmi, baik itu dokumen individu, maupun juga dokumen-dokumen resmi badan usaha atau korporasi.

Jasa penerjemah tersumpah dokumen resmi dibawahi langsung oleh pengelola Situs Penerjemah ini, yang notabene merupakan penerjemah tersumpah senior yang telah memiliki 2 sertifikat sebagai Bahasa Into English Sworn Translator dan juga sebaliknya dan sertifikat sebagai Bahasa Into Jepanese Sworn Translator dan juga sebaliknya. Membawahi langsung beberapa staf penerjemah-penerjemah muda yang juga telah bersertifikat sebagai penerjemah tersumpah, sehingga sampai saat ini, staf penerjemah tersumpah untuk dokumen resmi di Situs Penerjemah meliputi penerjemah-penerjemah sebagai berikut.

    Penerjemah Tersumpah Bahasa Inggris
    Penerjemah Tersumpah Bahasa belanda
    Penerjemah Tersumpah Bahasa Jepang
    Penerjemah Tersumpah Bahasa Arab
    Penerjemah Tersumpah Bahasa Jerman


Situs memang hanya mengkhususkan diri dalam penyediaan layanan jasa penerjemah dokumen saja, dalam hal ini yaitu semua jenis dokumen resmi yang memerlukan layanan penerjemah tersumpah. Dan Situs pada setiap saat selalu berkomitmen untuk memberikan hasil terjemahan terbaik bagi semua pelanggan-pelanggan pengguna jasa terjemahan kami.

 

Ms. Meadows was the older sister of Audrey Meadows, who played Alice Kramden on “The Honeymooners.”

Though Robin and Joan Rolfs owned two rare talking dolls manufactured by Thomas Edison’s phonograph company in 1890, they did not dare play the wax cylinder records tucked inside each one.

The Rolfses, longtime collectors of Edison phonographs, knew that if they turned the cranks on the dolls’ backs, the steel phonograph needle might damage or destroy the grooves of the hollow, ring-shaped cylinder. And so for years, the dolls sat side by side inside a display cabinet, bearers of a message from the dawn of sound recording that nobody could hear.

In 1890, Edison’s dolls were a flop; production lasted only six weeks. Children found them difficult to operate and more scary than cuddly. The recordings inside, which featured snippets of nursery rhymes, wore out quickly.

Yet sound historians say the cylinders were the first entertainment records ever made, and the young girls hired to recite the rhymes were the world’s first recording artists.

Year after year, the Rolfses asked experts if there might be a safe way to play the recordings. Then a government laboratory developed a method to play fragile records without touching them.

Audio

The technique relies on a microscope to create images of the grooves in exquisite detail. A computer approximates — with great accuracy — the sounds that would have been created by a needle moving through those grooves.

In 2014, the technology was made available for the first time outside the laboratory.

“The fear all along is that we don’t want to damage these records. We don’t want to put a stylus on them,” said Jerry Fabris, the curator of the Thomas Edison Historical Park in West Orange, N.J. “Now we have the technology to play them safely.”

Last month, the Historical Park posted online three never-before-heard Edison doll recordings, including the two from the Rolfses’ collection. “There are probably more out there, and we’re hoping people will now get them digitized,” Mr. Fabris said.

The technology, which is known as Irene (Image, Reconstruct, Erase Noise, Etc.), was developed by the particle physicist Carl Haber and the engineer Earl Cornell at Lawrence Berkeley. Irene extracts sound from cylinder and disk records. It can also reconstruct audio from recordings so badly damaged they were deemed unplayable.

“We are now hearing sounds from history that I did not expect to hear in my lifetime,” Mr. Fabris said.

The Rolfses said they were not sure what to expect in August when they carefully packed their two Edison doll cylinders, still attached to their motors, and drove from their home in Hortonville, Wis., to the National Document Conservation Center in Andover, Mass. The center had recently acquired Irene technology.

Audio

Cylinders carry sound in a spiral groove cut by a phonograph recording needle that vibrates up and down, creating a surface made of tiny hills and valleys. In the Irene set-up, a microscope perched above the shaft takes thousands of high-resolution images of small sections of the grooves.

Stitched together, the images provide a topographic map of the cylinder’s surface, charting changes in depth as small as one five-hundredth the thickness of a human hair. Pitch, volume and timbre are all encoded in the hills and valleys and the speed at which the record is played.

At the conservation center, the preservation specialist Mason Vander Lugt attached one of the cylinders to the end of a rotating shaft. Huddled around a computer screen, the Rolfses first saw the wiggly waveform generated by Irene. Then came the digital audio. The words were at first indistinct, but as Mr. Lugt filtered out more of the noise, the rhyme became clearer.

“That was the Eureka moment,” Mr. Rolfs said.

In 1890, a girl in Edison’s laboratory had recited:

There was a little girl,

And she had a little curl

Audio

Right in the middle of her forehead.

When she was good,

She was very, very good.

But when she was bad, she was horrid.

Recently, the conservation center turned up another surprise.

In 2010, the Woody Guthrie Foundation received 18 oversize phonograph disks from an anonymous donor. No one knew if any of the dirt-stained recordings featured Guthrie, but Tiffany Colannino, then the foundation’s archivist, had stored them unplayed until she heard about Irene.

Last fall, the center extracted audio from one of the records, labeled “Jam Session 9” and emailed the digital file to Ms. Colannino.

“I was just sitting in my dining room, and the next thing I know, I’m hearing Woody,” she said. In between solo performances of “Ladies Auxiliary,” “Jesus Christ,” and “Dead or Alive,” Guthrie tells jokes, offers some back story, and makes the audience laugh. “It is quintessential Guthrie,” Ms. Colannino said.

The Rolfses’ dolls are back in the display cabinet in Wisconsin. But with audio stored on several computers, they now have a permanent voice.

Artikel lainnya »