Anda Mencari Pusat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Pinrang Kami Solusinya Hubungi : 0857 1027 2813 konsultaniso9001.net adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan.

Pusat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Pinrang Melalui berbagai TRAINING ISO yang diselenggarakan menggunakan Metode Accelerated Learning, sehingga Karyawan Dipacu untuk lebih aktif dalam pembelajaran sehingga dapat menerapkan Sistem ini dengan Baik Nantinya. Pusat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Pinrang

Tag :
Konsultan ISO 9001 | Pusat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Pinrang

Training ISO Terbaik dan Berpengalaman di Banyumas

Training ISO Terbaik dan Berpengalaman di Banyumas | Hubungi : 0857 1027 2813 PT Bintang Solusi Utama adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan. Training ISO Terbaik dan Berpengalaman di Banyumas

aku ingin menjadi pribadi yang sukses tapi bukan untuk mendapat kedudukan yang tinggi aku ingin menjadi pribadi yang sukse


aku ingin menjadi pribadi yang sukses
tapi bukan untuk mendapat kedudukan yang tinggi

aku ingin menjadi pribadi yang sukses
tapi bukan berarti tanpa harga diri

semangat dan mimpi
mungkin tak sejalan
tapi harapan sangat lah mungkin tuk didapatkan

dan meski langkah ku pelan
dengan perlahan insya Allah akan ku dapatkan satu impian yang dulu pernah tersimpan dalam

dengan doa penuh harap yang ku panjatkan
semoga Tuhan mendengar
dan mau mengabulkan
apa yang aku ingin kan
selama ini ...

saco-indonesia.com, Pantai Sawarna   Teman-teman travellers sekarang cerita cerita tentang Pantai Sawarna yuk.., Pan

saco-indonesia.com,

Pantai Sawarna

 
Teman-teman travellers sekarang cerita cerita tentang Pantai Sawarna yuk.., Pantai Sawarna yang terletak di Propinsi Banten ternyata telah mempunyai banyak objek wisata pantai yang sangat menarik untuk dapat di kunjungi teman teman travellers, salah satunya adalah Pantai Sawarna. Pantai Sawarna yang terletak di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten dan teman-teman trevellers menti ketahui Total jarak dari kota Jakarta sekitar 230 kilometer dengan waktu tempuh selama 6 – 7 jam. Dan lagi yang sobat travellers harus ketahui kenapa dinamakan pantai sawarna? Dulu ada seorang laki-laki yang bernama suwarna dwipa adalah bupati lebak pada waktu jaman belanda, kemudian beliau wafat di sungai sawarna, kemudian nama desa sawarna telah di ambil dari nama bupati belanda tersebut yaitu sawarna, yang bersamaan dengan nama sungai tempat dimana beliau wafat.

 
Sahabat trevelles Pantai Sawarna ini telah menyuguhkan pemandangan alam yang sangat indah. Deburan ombak dan pasir putihnya telah membuat liburan sobat travellers akan sangat mengasyikkan. Pantai Sawarna yang dikelilingi oleh persawahan dan perbukitan dengan pepohonan hijau yang lebat, telah menambah suasana menjadi teduh dan asri travellers.

 
Sobat travellers Memang untuk dapat menuju ke pantai cantik ini tidaklah mudah, karena lokasinya yang sangat jauh dari kota dan kontur jalan yang jelek karena banyak bagian jalan yang rusak dan berlubang, apalagi mulai dari Pelabuhan Ratu sampai ke Pantai Sawarna tersebut jalan nya menanjak dan banyak lubang besarmsehingga benar-menbutuhkan kehati-hatian yang ekstra sobat trevellers. Tapi begitu sampai di Desa Sawarna ini bakal terbayar deh rasa lelah capenya sewaktu di perjalanan tadi yang memakan waktu 7 jam.

 
Selain itu juga terdapat beberapa goa di sekitar kawasan pantai ini yang menambah lengkapnya liburan sobat, Salah satunya Goa Lalay teman-teman travelers, namanya aneh ya.. tau gak kenapa dinamakan goa lalay, lalay itu sendiri dalam bahasa sunda yang berarti kalalawar, karena memang benar di dalam gua lalai ini banyak sekali kalalawarnya sahabat travellers. Kalalawar juga sangat senang bersarang di dalam goa ini.

 
Sebenarnya di Desa Sawarna sendiri, bukan hanya Pantai Sawarna / Pantai Ciantir, yang bisa sobat kunjungi. Ada beberapa pantai cantik lainnya yang bisa sobat travellers telusuri. Seperti Pantai Tanjung Layar yang terkenal dengan sepasang batu besar yang berada di tengah pantai yang termasuk icon dari pantai sawarna sendiri, Pantai Lagoon Pari yang telah memiliki air laut yang jernih dan pasir putihnya dan deburan ombaknya yang lebih tenang karna posisinya yang di lidungi oleh karang yang menjorok ke laut, di banding Pantai Ciantir yang arus ombaknya lebih besar sngat cocok bagi para serfing dan sangat tidak disaran kan untuk berenang sahabat travellers. , dan Pantai Karang Taraje dengan hamparan batu karang yang besar berbentuk seperti tembok pelindung dr ombak besar sehingga dapat memberikan kesan seperti air terjun dan ikan-ikan kecil yang berenang kesana kemari di sekitar karang. Indah banget sahabat travellers
 
 
Ketika berada di pantai ini, Sahabat travellers akan dapat melupakan kepenatan dan keletihan yang kamu alami karena memang pantai Sawarna ini sangat indah. Deburan ombak yang khas dan juga pasir putihnya membuat waktu liburan Anda terasa sangat menyenangkan. Selain pantai dan lautnya yang indah, pemandangan lain yang bisa kamu lihat di sana adalah pematang sawah dan juga perbukitan yang ditumbuhi oleh pohon-pohon hijau semakin membuat kamu merasakan keindahan alam yang sebenarnya

Di desa Sawarna ada pantai lain yang tidak kalah menarik dengan pantai Sawarna. Kalau sobat travellers berlibur ke sana, jangan lupa untuk mengunjungi Pantai Tanjung layar yang sangat terkenal dengan sepasanga batu besar yang terletak di tengah pantainya. Selain pantai Tanjung Layar, masih ada juga pantai Lagoon Pari yang terkenal dengan air lautnya yang jerniih dan pasir pantainya yang putih semua destinasi wisata di sekitaran Desa sawarna patut pokonya sahabat travellers kunjungi, haruus haruus…!!!

Sekian dulu sahabat travellers info menarik tentang keindahan pantai Sawarna. Semoga artikel dari team kami ini akan bisa memberikan manfaat buat kalian dan teman-teman sahabat travellers sekalian.. pokonya pantang pulang sebelum hitam.


Editor : Dian Sukmawati

Though Robin and Joan Rolfs owned two rare talking dolls manufactured by Thomas Edison’s phonograph company in 1890, they did not dare play the wax cylinder records tucked inside each one.

The Rolfses, longtime collectors of Edison phonographs, knew that if they turned the cranks on the dolls’ backs, the steel phonograph needle might damage or destroy the grooves of the hollow, ring-shaped cylinder. And so for years, the dolls sat side by side inside a display cabinet, bearers of a message from the dawn of sound recording that nobody could hear.

In 1890, Edison’s dolls were a flop; production lasted only six weeks. Children found them difficult to operate and more scary than cuddly. The recordings inside, which featured snippets of nursery rhymes, wore out quickly.

Yet sound historians say the cylinders were the first entertainment records ever made, and the young girls hired to recite the rhymes were the world’s first recording artists.

Year after year, the Rolfses asked experts if there might be a safe way to play the recordings. Then a government laboratory developed a method to play fragile records without touching them.

Audio

The technique relies on a microscope to create images of the grooves in exquisite detail. A computer approximates — with great accuracy — the sounds that would have been created by a needle moving through those grooves.

In 2014, the technology was made available for the first time outside the laboratory.

“The fear all along is that we don’t want to damage these records. We don’t want to put a stylus on them,” said Jerry Fabris, the curator of the Thomas Edison Historical Park in West Orange, N.J. “Now we have the technology to play them safely.”

Last month, the Historical Park posted online three never-before-heard Edison doll recordings, including the two from the Rolfses’ collection. “There are probably more out there, and we’re hoping people will now get them digitized,” Mr. Fabris said.

The technology, which is known as Irene (Image, Reconstruct, Erase Noise, Etc.), was developed by the particle physicist Carl Haber and the engineer Earl Cornell at Lawrence Berkeley. Irene extracts sound from cylinder and disk records. It can also reconstruct audio from recordings so badly damaged they were deemed unplayable.

“We are now hearing sounds from history that I did not expect to hear in my lifetime,” Mr. Fabris said.

The Rolfses said they were not sure what to expect in August when they carefully packed their two Edison doll cylinders, still attached to their motors, and drove from their home in Hortonville, Wis., to the National Document Conservation Center in Andover, Mass. The center had recently acquired Irene technology.

Audio

Cylinders carry sound in a spiral groove cut by a phonograph recording needle that vibrates up and down, creating a surface made of tiny hills and valleys. In the Irene set-up, a microscope perched above the shaft takes thousands of high-resolution images of small sections of the grooves.

Stitched together, the images provide a topographic map of the cylinder’s surface, charting changes in depth as small as one five-hundredth the thickness of a human hair. Pitch, volume and timbre are all encoded in the hills and valleys and the speed at which the record is played.

At the conservation center, the preservation specialist Mason Vander Lugt attached one of the cylinders to the end of a rotating shaft. Huddled around a computer screen, the Rolfses first saw the wiggly waveform generated by Irene. Then came the digital audio. The words were at first indistinct, but as Mr. Lugt filtered out more of the noise, the rhyme became clearer.

“That was the Eureka moment,” Mr. Rolfs said.

In 1890, a girl in Edison’s laboratory had recited:

There was a little girl,

And she had a little curl

Audio

Right in the middle of her forehead.

When she was good,

She was very, very good.

But when she was bad, she was horrid.

Recently, the conservation center turned up another surprise.

In 2010, the Woody Guthrie Foundation received 18 oversize phonograph disks from an anonymous donor. No one knew if any of the dirt-stained recordings featured Guthrie, but Tiffany Colannino, then the foundation’s archivist, had stored them unplayed until she heard about Irene.

Last fall, the center extracted audio from one of the records, labeled “Jam Session 9” and emailed the digital file to Ms. Colannino.

“I was just sitting in my dining room, and the next thing I know, I’m hearing Woody,” she said. In between solo performances of “Ladies Auxiliary,” “Jesus Christ,” and “Dead or Alive,” Guthrie tells jokes, offers some back story, and makes the audience laugh. “It is quintessential Guthrie,” Ms. Colannino said.

The Rolfses’ dolls are back in the display cabinet in Wisconsin. But with audio stored on several computers, they now have a permanent voice.

The bottle Mr. Sokolin famously broke was a 1787 Château Margaux, which was said to have belonged to Thomas Jefferson. Mr. Sokolin had been hoping to sell it for $519,750.

Artikel lainnya »