Anda Mencari Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Maybrat Kami Solusinya Hubungi : 0857 1027 2813 konsultaniso9001.net adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan.

Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Maybrat Melalui berbagai TRAINING ISO yang diselenggarakan menggunakan Metode Accelerated Learning, sehingga Karyawan Dipacu untuk lebih aktif dalam pembelajaran sehingga dapat menerapkan Sistem ini dengan Baik Nantinya. Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Maybrat

Tag :
Konsultan ISO 9001 | Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Maybrat

Jasa Training ISO 27001 Terbaik dan Berpengalaman di Mataram

Jasa Training ISO 27001 Terbaik dan Berpengalaman di Mataram | Hubungi : 0857 1027 2813 PT Bintang Solusi Utama adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan. Jasa Training ISO 27001 Terbaik dan Berpengalaman di Mataram

Menu nasi goreng pedas serta minuman es buah yang segar bisa Anda nikmati dengan cuma-cuma hanya di restoran ini.

MAGELANG, Saco-Indonesia.com - Menu nasi goreng pedas serta minuman es buah yang segar bisa Anda nikmati dengan cuma-cuma hanya di restoran ini. Ya, di Restoran Serayu di Jalan Soekarno Hatta, Kota Magelang Jawa Tengah ini pengunjung dipersilakan memesan menu tersebut, bahkan diwajibkan dengan porsi super besar.

Dikatakan super besar karena nasi goreng yang disajikan tiga kali lebih banyak dari porsi biasa. Begitu juga dengan es buah yang volumenya 4,2 liter atau setara dengan 16 gelas sedang.

Uniknya, bukan piring saji yang digunakan sebagai wadah nasi goreng, tetapi sebuah wajan aluminium dengan diameter kurang lebih 20 centimeter.

Menu nasi goreng yang diberi nama Nasi Goreng dan Es Buah Jancuk itu gratis untuk pengunjung. Dengan catatan, kedua menu itu harus dihabiskan sekaligus dalam waktu 30 menit seorang diri. Bahkan jika benar-benar habis, pemilik restoran akan memberi hadiah uang tunai sebesar Rp 1 juta.

"Tapi bila tidak habis pengunjung harus membayar Rp 30.000 untuk nasi goreng dan Rp 50.000 untuk es buah," ujar Eko Yuwono (40), pemilik Restoran Serayu, Selasa (4/6/2013).

Jika pengunjung tidak ingin menghabiskan kedua tersebut, kata Eko, pengunjung juga diperbolehkan hanya makan nasi gorengnya atau es buahnya saja namun harus habis dalam waktu 15 menit.

Menurut Eko, sejak diberlakukan per 1 Juni 2013 lalu sudah banyak pengunjung yang mencoba tantangan tersebut, namun sayang belum ada seorang pun yang berhasil menyelesaikan. "Program ini kami buat agar calon konsumen penasaran sehingga datang ke restoran kami. Apalagi program seperti ini unik dan belum ada di restoran manapun di Kota Magelang," imbuhnya.

Selain cara penyajian, nama Jancuk sendiri cukup membuat orang penasaran. Betapa tidak, kata tersebut yang biasanya dipakai untuk mengumpat sesuatu bagi orang Jawa Timur-an. "Pernah ada seorang kawan dari Surabaya yang kami sajikan menu tersebut, lantas dia spontan mengumpat dengan kata itu, nah saya pikir cukup unik jika saya pakai untuk nama menu di restoran kami," kata bapak satu putri ini.

Selain cara penyajian yang unik, ternyata rasa menu ini juga tidak kalah enak dengan nasi goreng lainnya. Rasa kombinasi yang pas antara manis, gurih dan pedas. Belum lagi rasa es buah yang segar dan manis perbaduan dari aneka buah-buahan, nata de coco, sirup dan susu.

Restoran yang buka sejak Juli 2012 lalu juga mempunyai puluhan menu andalan lainnya. Seperti Mi Goreng Jancuk, Sup Iga Asam Manis, Ayam Negro atau ayam dengan bumbu rempah dan kluwek, dan yang tak kalah menggoda adalah menu Gemes.

Menu Gemes merupakan menu nasi ayam, ikan nila, ikan lele, tahu dan tempe namun dengan rasa yang super pedas. "Pengunjung bisa memilih tingkat kepedasannya. Kami menyediakan hingga level tiga," tandas Eko.

Istimewanya, semua masakan yang disediakan di Restoran ini semua menggunakan bahan dan bumbu pilihan yang alami alami serta tanpa penyedap rasa (vetsin). Harga yang dipatok pun cukup terjangkau, berkisar antara Rp 13.000 hingga Rp 30.000 per porsi.

Tidak heran jika setiap hari restoran ini selalu ramai dikunjungi terutama pada jam makan siang. Fredi, salah satu pengunjung yang sempat mencoba tantangan makan nasi goreng Jancuk mengaku tidak sanggup jika harus mengabiskan kedua menu itu sekaligus dalam waktu 30 menit.

Awalnya dia merasa tertantang, apalagi dengan iming-iming hadiah Rp 1 juta. Fredi sendiri memang penyuka nasi goreng pedas, tak heran jika ia mampu menghabisnya porsi jumbo nasi goreng Jancuk. Tapi ia menyerah untuk menghabiskan es buah.

"Awalnya saya penasaran saja. Tapi ternyata saya tidak sanggup kalau harus habis dua- duanya hanya dalam setengah jam. Tapi untuk rasa saya suka, sudah pasa dan enak," ujar pria berbadan tambun itu. 

 
Editor :Liwon Maulana
Sumber:Kompas.com

Selain pahala berupa derajat yang ditingkatkan, ibadah-ibadah dalam syariat Islam juga mempunyai hikmah membersihkan diri seoran

Selain pahala berupa derajat yang ditingkatkan, ibadah-ibadah dalam syariat Islam juga mempunyai hikmah membersihkan diri seorang muslim dari kotoran dosa. Hal itu karena ibadah-ibadah itu berperan dalam menciptakan suasana jiwa yang penuh dengan iman. Dengan suasana ini seorang muslim akan terbebas dari syahwat yang selama ini membelenggunya, dan terarahkan untuk selalu menghambakan dirinya kepada Allah swt.

Mulai dari ibadah wudhu, Rasulullah saw. bersabda:

 إذا توضأ العبد المسلم أو المؤمن فغسل وجهه خرج من وجهه كل خطيئة نظر إليها بعينيه مع الماء أو مع آخر قطر الماء فإذا غسل يديه خرج من يديه كل خطيئة كان بطشتها يداه مع الماء أو مع آخر قطر الماء فإذا غسل رجليه خرجت كل خطيئة مشتها رجلاه مع الماء أو مع آخر قطر الماء حتى يخرج نقيا من الذنوب

“Jika seorang muslim berwudhu, saat dia membasuh wajahnya, keluarlah semua dosa yang diperbuat matanya, dan hilang bersama air atau bersama tetes air yang terakhir. Saat membasuh tangannya, keluarlah semua dosa yang telah diperbuat tangannya, dan hilang bersama air atau bersama tetes air yang terakhir. Saat membasuh kakinya, keluarlah dosa yang didatangi dengan kakinya, dan hilang bersama air atau tetes air yang terakhir. Hingga akhirnya, dia menjadi orang yang bersih dari dosa.” [HR. Muslim].

Hal yang sama juga berlaku untuk shalat. Rasulullah saw. bersabda:

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ قَالُوا لَا يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا قَالَ فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا

“Bagaimana kiranya kalau ada sebuah sungai mengalir di depan rumah salah seorang di antara kalian, orang itu mandi lima kali setiap harinya, apakah orang itu masih kotor?” para sahabat menjawab, “Tentu tidak ada kotoran yang tersisa.” Rasulullah saw. melanjutkan, “Demikian juga shalat lima waktu akan menghapus dosa-dosa.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Begitu pula puasa di bulan Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Orang yang berpuasa bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Adapun tentang membayar zakat, Allah swt. berfirman:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” [At-Taubah: 103].

Demikianlah, semua ibadah akan menghapus dosa. Tapi kadang ada dosa besar yang masih tersisa. Di sinilah haji akan menghapus dosa-dosa itu hingga bersih sama sekali seperti bayi yang baru dilahirkan.

مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Orang yang melaksanakan haji ikhlas karena Allah swt., lalu tidak berkata kotor dan tidak berbuat kefasikan, maka dia akan pulang (bersih dari dosa) seperti saat dilahirkan oleh ibunya.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Ketika sekarat, ‘Amr bin Al-‘Ash ra. meriwayatkan bahwa dirinya dulu pernah menjadi orang yang paling benci kepada Rasulullah saw. Dia sangat berkeinginan untuk bisa membunuh Rasulullah saw. Syukurlah hal itu tidak terjadi, “Kalau dulu aku benar-benar bisa membunuhnya, tentu aku menjadi penduduk neraka.” Tapi ketika dirinya mendapatkan hidayah keimanan, beliau mensyaratkan semua dosanya dihapuskan. Rasulullah saw. bersabda:

 أما علمت أن الإسلام يهدم ما كان قبله وأن الهجرة تهدم ما كان قبلها وأن الحج يهدم ما كان قبله

“Tidakkah engkau mengetahui bahwa masuk Islam itu menghapus dosa-dosa sebelumnya? Bahwa hijrah itu menghapus dosa-dosa sebelumnya? Bahwa ibadah haji itu menghapus dosa-dosa sebelumnya?” [HR. Muslim].

Dihapuskannya dosa itu didapat tentu jika haji yang dilaksanakannya mabrur. Sedangkan haji akan mabrur jika biaya yang digunakan adalah halal dan thayyib, seluruh manasik dilaksanakan dengan baik, banyak diisi dengan perbuatan baik seperti berdzikir dan membantu orang lain, dan tidak dikotori dengan hal-hal yang bisa merusaknya seperti berkata kotor, berdebat, dan lain sebagainya.

Menurut Imam Hasan Al-Basri, di antara tanda dosa telah diampuni adalah seorang haji bersikap zuhud di dunia, dan lebih perhatian terhadap persiapan menuju akhirat. Hal ini terwujud karena selama melaksanakan haji, dia melihat banyak hal yang mengingatkan pada kehidupan akhirat. Mulai dari perjalanan, memakai kain ihram, wukuf di padang Arafah, dan sebagainya. Semakin kuat keimanan kepada Hari Akhir dan keharusan mempersiapkannya. (msa/dakwatuna)


Sumber : http://www.dakwatuna.com

Baca Artikel Lainnya : MUAMALAH SETELAH IBADAH HAJI

“It was really nice to play with other women and not have this underlying tone of being at each other’s throats.”

WASHINGTON — The last three men to win the Republican nomination have been the prosperous son of a president (George W. Bush), a senator who could not recall how many homes his family owned (John McCain of Arizona; it was seven) and a private equity executive worth an estimated $200 million (Mitt Romney).

The candidates hoping to be the party’s nominee in 2016 are trying to create a very different set of associations. On Sunday, Ben Carson, a retired neurosurgeon, joined the presidential field.

Senator Marco Rubio of Florida praises his parents, a bartender and a Kmart stock clerk, as he urges audiences not to forget “the workers in our hotel kitchens, the landscaping crews in our neighborhoods, the late-night janitorial staff that clean our offices.”

Gov. Scott Walker of Wisconsin, a preacher’s son, posts on Twitter about his ham-and-cheese sandwiches and boasts of his coupon-clipping frugality. His $1 Kohl’s sweater has become a campaign celebrity in its own right.

Senator Rand Paul of Kentucky laments the existence of “two Americas,” borrowing the Rev. Dr. Martin Luther King Jr.’s phrase to describe economically and racially troubled communities like Ferguson, Mo., and Detroit.

Photo
 
Senator Marco Rubio of Florida praises his parents, a bartender and a Kmart stock clerk. Credit Joe Raedle/Getty Images

“Some say, ‘But Democrats care more about the poor,’ ” Mr. Paul likes to say. “If that’s true, why is black unemployment still twice white unemployment? Why has household income declined by $3,500 over the past six years?”

We are in the midst of the Empathy Primary — the rhetorical battleground shaping the Republican presidential field of 2016.

Harmed by the perception that they favor the wealthy at the expense of middle-of-the-road Americans, the party’s contenders are each trying their hardest to get across what the elder George Bush once inelegantly told recession-battered voters in 1992: “Message: I care.”

Their ability to do so — less bluntly, more sincerely — could prove decisive in an election year when power, privilege and family connections will loom large for both parties.

Advertisement

Questions of understanding and compassion cost Republicans in the last election. Mr. Romney, who memorably dismissed the “47 percent” of Americans as freeloaders, lost to President Obama by 63 percentage points among voters who cast their ballots for the candidate who “cares about people like me,” according to exit polls.

And a Pew poll from February showed that people still believe Republicans are indifferent to working Americans: 54 percent said the Republican Party does not care about the middle class.

That taint of callousness explains why Senator Ted Cruz of Texas declared last week that Republicans “are and should be the party of the 47 percent” — and why another son of a president, Jeb Bush, has made economic opportunity the centerpiece of his message.

With his pedigree and considerable wealth — since he left the Florida governor’s office almost a decade ago he has earned millions of dollars sitting on corporate boards and advising banks — Mr. Bush probably has the most complicated task making the argument to voters that he understands their concerns.

On a visit last week to Puerto Rico, Mr. Bush sounded every bit the populist, railing against “elites” who have stifled economic growth and innovation. In the kind of economy he envisions leading, he said: “We wouldn’t have the middle being squeezed. People in poverty would have a chance to rise up. And the social strains that exist — because the haves and have-nots is the big debate in our country today — would subside.”

Continue reading the main story
 

Who Is Running for President (and Who’s Not)?

Republicans’ emphasis on poorer and working-class Americans now represents a shift from the party’s longstanding focus on business owners and “job creators” as the drivers of economic opportunity.

This is intentional, Republican operatives said.

In the last presidential election, Republicans rushed to defend business owners against what they saw as hostility by Democrats to successful, wealthy entrepreneurs.

“Part of what you had was a reaction to the Democrats’ dehumanization of business owners: ‘Oh, you think you started your plumbing company? No you didn’t,’ ” said Grover Norquist, the conservative activist and president of Americans for Tax Reform.

But now, Mr. Norquist said, Republicans should move past that. “Focus on the people in the room who know someone who couldn’t get a job, or a promotion, or a raise because taxes are too high or regulations eat up companies’ time,” he said. “The rich guy can take care of himself.”

Democrats argue that the public will ultimately see through such an approach because Republican positions like opposing a minimum-wage increase and giving private banks a larger role in student loans would hurt working Americans.

“If Republican candidates are just repeating the same tired policies, I’m not sure that smiling while saying it is going to be enough,” said Guy Cecil, a Democratic strategist who is joining a “super PAC” working on behalf of Hillary Rodham Clinton.

Republicans have already attacked Mrs. Clinton over the wealth and power she and her husband have accumulated, caricaturing her as an out-of-touch multimillionaire who earns hundreds of thousands of dollars per speech and has not driven a car since 1996.

Mr. Walker hit this theme recently on Fox News, pointing to Mrs. Clinton’s lucrative book deals and her multiple residences. “This is not someone who is connected with everyday Americans,” he said. His own net worth, according to The Milwaukee Journal Sentinel, is less than a half-million dollars; Mr. Walker also owes tens of thousands of dollars on his credit cards.

Continue reading the main story

But showing off a cheap sweater or boasting of a bootstraps family background not only helps draw a contrast with Mrs. Clinton’s latter-day affluence, it is also an implicit argument against Mr. Bush.

Mr. Walker, who featured a 1998 Saturn with more than 100,000 miles on the odometer in a 2010 campaign ad during his first run for governor, likes to talk about flipping burgers at McDonald’s as a young person. His mother, he has said, grew up on a farm with no indoor plumbing until she was in high school.

Mr. Rubio, among the least wealthy members of the Senate, with an estimated net worth of around a half-million dollars, uses his working-class upbringing as evidence of the “exceptionalism” of America, “where even the son of a bartender and a maid can have the same dreams and the same future as those who come from power and privilege.”

Mr. Cruz alludes to his family’s dysfunction — his parents, he says, were heavy drinkers — and recounts his father’s tale of fleeing Cuba with $100 sewn into his underwear.

Gov. Chris Christie of New Jersey notes that his father paid his way through college working nights at an ice cream plant.

But sometimes the attempts at projecting authenticity can seem forced. Mr. Christie recently found himself on the defensive after telling a New Hampshire audience, “I don’t consider myself a wealthy man.” Tax returns showed that he and his wife, a longtime Wall Street executive, earned nearly $700,000 in 2013.

The story of success against the odds is a political classic, even if it is one the Republican Party has not been able to tell for a long time. Ronald Reagan liked to say that while he had not been born on the wrong side of the tracks, he could always hear the whistle. Richard Nixon was fond of reminding voters how he was born in a house his father had built.

“Probably the idea that is most attractive to an average voter, and an idea that both Republicans and Democrats try to craft into their messages, is this idea that you can rise from nothing,” said Charles C. W. Cooke, a writer for National Review.

There is a certain delight Republicans take in turning that message to their advantage now.

“That’s what Obama did with Hillary,” Mr. Cooke said. “He acknowledged it openly: ‘This is ridiculous. Look at me, this one-term senator with dark skin and all of America’s unsolved racial problems, running against the wife of the last Democratic president.”

Artikel lainnya »