Anda Mencari Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Murah di Karangasem Kami Solusinya Hubungi : 0857 1027 2813 konsultaniso9001.net adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan.

Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Murah di Karangasem Melalui berbagai TRAINING ISO yang diselenggarakan menggunakan Metode Accelerated Learning, sehingga Karyawan Dipacu untuk lebih aktif dalam pembelajaran sehingga dapat menerapkan Sistem ini dengan Baik Nantinya. Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Murah di Karangasem

Tag :
Konsultan ISO 9001 | Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Murah di Karangasem

Jasa Training ISO 27001 di Sumbawa

Jasa Training ISO 27001 di Sumbawa | Hubungi : 0857 1027 2813 PT Bintang Solusi Utama adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan. Jasa Training ISO 27001 di Sumbawa

saco-indonesia.com, Bos Cardiff City, Ole Gunnar Solskjaer, telah dilaporkan oleh The Mirror karena sudah mendapatkan bek Brasil

saco-indonesia.com, Bos Cardiff City, Ole Gunnar Solskjaer, telah dilaporkan oleh The Mirror karena sudah mendapatkan bek Brasil milik Manchester United, Fabio da Silva. Sang pemain juga sudah akan langsung bisa bermain mulai pekan depan.

Fabio juga sudah membela kubu Old Trafford selama kurang lebih lima tahun. Ia kini juga akan memiliki kesempatan untuk dapat menghadapi saudara kembarnya, Rafael, di debut Premier League-nya bersama Cardiff, ketika kedua kubu saling bertemu minggu depan.

Solskjaer sendiri juga sudah pernah bekerja bersama Fabio ketika ia masih menjadi staff kepelatihan di United.

Namun kubu Cardiff diwajibkan untuk dapat membeli sang pemain, yang kontraknya akan berakhir bersama setan merah akhir musim panas ini. Pasalnya, mereka juga sudah meminjam Wilfried Zaha dan aturan Premier League tidak membolehkan satu klub meminjamkan dua orang pemainnya ke salah satu kontestan kompetisi tertinggi di Inggris tersebut.

United akan menghadapi Cardiff City pada 29 Januari mendatang


Editor : Dian Sukmawati

Medan, Saco-Indonesia.com - Dengan Penyediaan alat medis berteknologi canggih, utamanya alat radiologi, di rumah sakit sebenarnya menjadi tantangan untuk dokter. Alat medis secanggih apa pun takkan memberikan hasil maksimal, terutama dalam penegakkan diagnosis, bila tak dibarengi dengan dokter yang mumpuni baik secara pengetahuan medis maupun sikap melayani berfokus pada kepentingan bahkan kepuasan pasien.

Medan, Saco-Indonesia.com - Dengan Penyediaan alat medis berteknologi canggih, utamanya alat radiologi, di rumah sakit sebenarnya menjadi tantangan untuk dokter. Alat medis secanggih apa pun takkan memberikan hasil maksimal, terutama dalam penegakkan diagnosis, bila tak dibarengi dengan dokter yang mumpuni baik secara pengetahuan medis maupun sikap melayani berfokus pada kepentingan bahkan kepuasan pasien.

Teguh Purwanto, Head of Imaging Systems Philips Healthcare mengatakan teknologi canggih menjadi tantangan bukan untuk pasien tapi dokter. Dalam hal ini, dokter klinis yang merujuk pemeriksaan radiologi, serta dokter radiologi yang menentukan pemeriksaan dan membaca hasil.

"Pelanggan alat radiologi, pertama dokter baru pasien. Dokter harus membekali pengetahuan klinis berhubungan dengan alat," jelas Teguh saat kunjungan media ke Rumah Sakit Colombia Asia, Medan, Rabu (5/2/2014).

Hal ini diakui dokter spesialis radiologi, Buter Samin. Menurutnya kalangan dokter sama seperti profesional lainnya, rutin setiap setahun sekali, menambah pengetahuan melalui berbagai seminar di dalam dan luar negeri.

Spesialis penyakit dalam, yang juga Chief of Medical Services Rumah Sakit Colombia Asia Medan, Sabar Petrus Sembiring, mengatakan untuk bisa memenuhi kebutuhan pengetahuan akan inovasi terkini alat medis, dokter harus melengkapi kemampuannya. Kesiapan klinisi menjadi penting untuk mendukung penggunaan alat medis tercanggih.

"Teknologi yang baik harus didukung kelengkapan, kesiapan dengan perkembangan teknologi," tuturnya pada kesempatan yang sama.

Jumlah spesialis atau konsultan, juga merupakan faktor penting dalam perkembangan teknologi  medis. Dalam pemeriksaan radiologi dengan alat tercanggih misalnya, saat hasil imaging diketahui, pada kasus yang terbilang rumit keberadaan konsultan medis yang lengkap dengan berbagai spesialisasi akan mendukung diagnosis juga tindakan menjadi lebih tepat, akurat, cepat.

"Pada kasus rumit, butuh subdisiplin ilmu dan dokter tidak one man show," imbuh Sabar.

Menurutnya, alat canggih tanpa sumber daya manusia yang baik tidak akan memberikan hasil maksimal. Ketersediaan alat medis cangguh juga perlu didukung komunikasi dokter yang baik, sehingga pasien terpenuhi kebutuhannya.

Sumber : Kompas.com

Editor : Maulana Lee

Ms. von Furstenberg made her debut in the movies and on the Broadway stage in the early 1950s as a teenager and later reinvented herself as a television actress, writer and philanthropist.

Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Artikel lainnya »