Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Teluk Wondama

Anda Mencari Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Teluk Wondama Kami Solusinya Hubungi : 0857 1027 2813 konsultaniso9001.net adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan.

Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Teluk Wondama

Consultant ISO 14001 Terbaik dan Berpengalaman di Singkawang

Consultant ISO 14001 Terbaik dan Berpengalaman di Singkawang | Hubungi : 0857 1027 2813 PT Bintang Solusi Utama adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan. Consultant ISO 14001 Terbaik dan Berpengalaman di Singkawang

Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Teluk Bintuni

Anda Mencari Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Teluk Bintuni Kami Solusinya Hubungi : 0857 1027 2813 konsultaniso9001.net adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan.

Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Teluk Bintuni

Jasa Penyusunan Dokumen ISO dan K3 di Sulawesi Tengah

Jasa Penyusunan Dokumen ISO dan K3 di Sulawesi Tengah | Hubungi : 0857 1027 2813 PT Bintang Solusi Utama adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan. Jasa Penyusunan Dokumen ISO dan K3 di Sulawesi Tengah

Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Tambrauw

Anda Mencari Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Tambrauw Kami Solusinya Hubungi : 0857 1027 2813 konsultaniso9001.net adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan.

Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Tambrauw

Konsultasi MLC Terbaik dan Berpengalaman di Solok

Konsultasi MLC Terbaik dan Berpengalaman di Solok | Hubungi : 0857 1027 2813 PT Bintang Solusi Utama adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan. Konsultasi MLC Terbaik dan Berpengalaman di Solok

Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Sorong Selatan

Anda Mencari Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Sorong Selatan Kami Solusinya Hubungi : 0857 1027 2813 konsultaniso9001.net adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan.

Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Sorong Selatan

Jasa Konsultan 5s di Lampung Selatan

Jasa Konsultan 5s di Lampung Selatan | Hubungi : 0857 1027 2813 PT Bintang Solusi Utama adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan. Jasa Konsultan 5s di Lampung Selatan

Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Raja Ampat

Anda Mencari Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Raja Ampat Kami Solusinya Hubungi : 0857 1027 2813 konsultaniso9001.net adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan.

Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Raja Ampat

Konsultan ISO 22000 Terbaik dan Berpengalaman di Sibolga

Konsultan ISO 22000 Terbaik dan Berpengalaman di Sibolga | Hubungi : 0857 1027 2813 PT Bintang Solusi Utama adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan. Konsultan ISO 22000 Terbaik dan Berpengalaman di Sibolga

Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Maybrat

Anda Mencari Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Maybrat Kami Solusinya Hubungi : 0857 1027 2813 konsultaniso9001.net adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan.

Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Maybrat

Konsultan 5s Terbaik dan Berpengalaman di Karimun

Konsultan 5s Terbaik dan Berpengalaman di Karimun | Hubungi : 0857 1027 2813 PT Bintang Solusi Utama adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan. Konsultan 5s Terbaik dan Berpengalaman di Karimun

Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Manokwari

Anda Mencari Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Manokwari Kami Solusinya Hubungi : 0857 1027 2813 konsultaniso9001.net adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan.

Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Manokwari

Jasa Konsultan 5s di Lampung Selatan

Jasa Konsultan 5s di Lampung Selatan | Hubungi : 0857 1027 2813 PT Bintang Solusi Utama adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan. Jasa Konsultan 5s di Lampung Selatan

Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Kaimana

Anda Mencari Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Kaimana Kami Solusinya Hubungi : 0857 1027 2813 konsultaniso9001.net adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan.

Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Kaimana

Jasa Training OHSAS 18001 Terbaik dan Berpengalaman di Cilegon

Jasa Training OHSAS 18001 Terbaik dan Berpengalaman di Cilegon | Hubungi : 0857 1027 2813 PT Bintang Solusi Utama adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan. Jasa Training OHSAS 18001 Terbaik dan Berpengalaman di Cilegon

Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Fakfak

Anda Mencari Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Fakfak Kami Solusinya Hubungi : 0857 1027 2813 konsultaniso9001.net adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan.

Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Berpengalaman di Fakfak

Jasa Training OHSAS 18001 Terbaik dan Berpengalaman di Tanjungbalai

Jasa Training OHSAS 18001 Terbaik dan Berpengalaman di Tanjungbalai | Hubungi : 0857 1027 2813 PT Bintang Solusi Utama adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan. Jasa Training OHSAS 18001 Terbaik dan Berpengalaman di Tanjungbalai

saco-indonesia.com, Arsenal telah berhasil ditahan imbang tamunya Chelsea di ajang Premier League, Selasa dini hari (24/12). Lag

saco-indonesia.com, Arsenal telah berhasil ditahan imbang tamunya Chelsea di ajang Premier League, Selasa dini hari (24/12). Laga yang bertajuk Derby London itu juga harus berkesudahan imbang tanpa gol. Tambahan satu poin untuk membuat Arsenal berada di peringkat kedua dan gagal untuk menggeser Liverpool. Kedua tim tersebut telah mempunyai poin yang sama dengan koleksi 36 poin. Sementara Chelsea berada di peringkat empat dengan 34 poin

Pada awal-awal babak pertama kedua tim tersebut bermain dengan tempo sedang dan cenderung hati-hati. Terlihat cuma sesekali berhasil menekan ke daerah pertahanan lawan masing-masing.

Dua puluh menit laga berjalan, Arsenal juga mulai menguasai permainan. Ada dua peluang yang didapat dari sepak pojok bagi kedua tim, namun masih belum bisa untuk mengubah kedudukan.

Mendekati menit ke tiga puluh The Gunners masih terus menekan. The Blues yang terus ditekan masih tetap tenang dan sesekali bisa untuk mencuri counter attack. Di menit ke-32 tendangan keras Lampard masih mengenai mistar gawang. Kedudukan juga masih imbang tanpa gol.

Tendangan Willian dari sisi kiri Chelsea hasil dari serangan balik telah mampu digagalkan dengan mudah oleh Szczesny. Sampai babak pertama berakhir kedudukan masih sama kuat tanpa gol. Kedua kiper tersebut tak banyak melakukan penyelamatan gemilang.

Babak kedua dimulai Arsenal masih terus menekan. Pasukan Arsene Wenger masih belum bisa untuk menembus rapatnya pertahanan Chelsea. Tim tamu yang terus digempur mencoba menyerang melalui serangan balik yang cepat.

Pertengahan babak kedua pertandingan mulai keras. Wasit telah menghadiahi kartu kuning bagi kedua tim. Ramires dan Theo Walcott harus menerima kartu kuning akibat pelanggaran.

Tendangan keras Lampard dari luar kotak penalti mampu ditangkap oleh kiper Arsenal dengan mudah. Pemain The Gunners telah kembali diganjar kartu kuning. Thomas Rosicky mendapat kartu kuning setelah melanggar Ivanovic.

Mourinho yang menginginkan perubahan memasukkan Andre Schurrle dan Oscar. Menit ke ke-78 Arsenal mendapat peluang. Tendangan keras Giroud masih menyamping gawang Cech. Kedudukan tak berubah.

Sampai peluit panjang dibunyikan kedudukan tetap imbang tanpa gol. Kedua tim harus puas berbagi angka.

Arsenal: Szczesny, Sagna, Mertesacker, Vermaelen, Gibbs, Arteta, Rosicky, Ramsey, Ozil, Walcott, Giroud.

Chelsea: Cech; Ivanovic, Cahill, Terry, Azpilicueta; Mikel, Lampard; Ramires, Willian (Oscar 77"), Hazard (Schurrle 73") ; Torres (Luiz 86").

Statistik Arsenal - Chelsea
Shots: 7 - 13
Shots on goal: 2 - 4
Penguasaan bola: 61% - 39%
Pelanggaran: 7 - 12
Corner: 4 - 4
Offside: 3 - 2
Kartu kuning: 2 - 1
Kartu merah: 0 - 0.


Editor : Dian Sukmawati

 

Dikaruniai seorang anak bernama Ivander Haykal Firdaus yang lahir pada 2 Januari 2012 lalu, komedian Daus Mini dan Yunita belum ingin menambah anak. Kasih sayang kepada anak menjadi alasan bagi Daus dan Istri. "Belum (nambah) untuk saat ini," kata Yunita yang didampingi Daus di Studio Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/5).

Dikaruniai seorang anak bernama Ivander Haykal Firdaus yang lahir pada 2 Januari 2012 lalu, komedian Daus Mini dan Yunita belum ingin menambah anak. Kasih sayang kepada anak menjadi alasan bagi Daus dan Istri.

"Belum (nambah) untuk saat ini," kata Yunita yang didampingi Daus di Studio Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/5).

"Mungkin nanti kalau udah SD. Kalau sebaya takutnya berantem segala macem. Biar dia bilang dulu, pengen adik. Biar kasih sayangnya bisa dapet banget," lanjutnya.

Daus Mini & Istri belum 

siap tambah anak

Yunita mengaku masih trauma akan masa kehamilan pertamanya. "Dia pengen satu (anak). Dia dan aku trauma banget. Hamil menyenangkan tapi lumayan trauma, tidur gak enak. Selama 9 bulan lagi," ucapnya lagi.

Daus pun tak masalah terkait anak. Dirinya saat ini masih menyibukkan diri dengan kegiatan entertainment.

"Alhamdulillah masih. Selain ngurus anak, juga bikin artis manajemen ama Budi Anduk, Parto Patrio. Juga bikin program baru," tandasnya.

Direktur Eksekutif Fox Indonesia, Andi Zulkarnain Anwar alias Choel Mallarangeng, rupanya telah diberi 'kekuasaan' oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Alifian Mallarangeng. Sebab, sebelum proses lelang proyek P3SON Hambalang dilaksanakan, mantan Sekretaris Menpora, Wafid Muharam, harus menghadap dan meminta persetujuan Choel terlebih dulu.

Direktur Eksekutif Fox Indonesia, Andi Zulkarnain Anwar alias Choel Mallarangeng, rupanya telah diberi 'kekuasaan' oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Alifian Mallarangeng. Sebab, sebelum proses lelang proyek P3SON Hambalang dilaksanakan, mantan Sekretaris Menpora, Wafid Muharam, harus menghadap dan meminta persetujuan Choel terlebih dulu.

Dalam surat dakwaan Andi Mallarangeng yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi, Irene Putri, Wafid telah melakukan pertemuan dengan Choel, mantan Kepala Biro Perencanaan sekaligus bekas Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga serta Pejabat Pembuat Komitmen proyek P3SON Hambalang, Deddy Kusdinar, Manajer Pemasaran Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya, Muhammad Arief Taufiqurrahman, dan Staf Khusus Menpora, Muhammad Fakhruddin. Dalam pertemuan itu, Choel telah menanyakan kesiapan PT Adhi Karya melaksanakan lelang proyek Hambalang.

"Dijawab oleh Arief kalau PT Adhi Karya sudah siap. Kemudian, Wafid bertanya kepada Choel apakah proyek P3SON Hambalang bisa dilelang, dan Choel mempersilakan," kata Jaksa Irene saat membacakan dakwaan Andi di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, kemarin.

Wafid tunduk dan telah melakukan hal itu karena Choel adalah adik Andi. Dia juga harus meminta persetujuan Choel lantaran merupakan titah Andi setelah dilantik menjadi menteri.

Sebab, beberapa hari setelah dilantik menjadi Menpora pada 21 Oktober 2009 lalu , Andi tiba-tiba membawa Choel ke Kemenpora dan memperkenalkannya kepada mantan Sekretaris Menpora, Wafid Muharam. Peristiwa itu telah terjadi ruang kerja Andi. Saat itu, lanjut dia, Andi mengatakan Choel akan banyak membantu urusan di Kemenpora, sehingga jika Wafid butuh konsultasi supaya segera menghubungi Choel.

"Padahal terdakwa telah mengetahui Choel bukanlah orang yang kompeten dan telah memiliki korelasi dengan program-program di Kemenpora," ujar Jaksa Irene.

saco-indonesia.com, Pelatih Jose Mourinho resmi melatih Chelsea.

LONDON, Saco- Indonesia.com - Pelatih Jose Mourinho resmi melatih Chelsea. Salah satu laga besar yang akan dilakoni Mourinho adalah pertandingan Piala Super UEFA kontra Bayern Muenchen di Eden Arena, Praha, pada 30 Agustus 2013.

Pertandingan itu bakal menjadi laga emosional bagi Mourinho. Ia akan bertemu Josep "Pep"Guardiola yang merupakan pelatih anyar Die Roten. Seperti diketahui, Mourinho dan Guardiola memiliki rivalitas yang sengit ketika kedua pelatih tersebut masih berkarier di Spanyol, Mourinho di kubu Real Madrid dan Guardiola di kubu Barcelona.

Piala Super UEFA merupakan pertandingan yang mempertemukan juara Liga Champions melawan juara Liga Europa. Bayern yang di bawah kendali Jupp Heynckes berhasil menyabet gelar Liga Champions musim ini. Adapun, Chelsea yang saat itu diarsiteki Rafel Benitez berhasil mengangkat trofi Liga Europa. 

Bagaimana komentar Mourinho soal pertemuannya dengan Pep?

"Ini bukan pertandingan antara Mourinho dan Pep Guardiola, tetapi pertandingan Chelsea dan Bayern Muenchen. Mourinho tidak melakukan apa pun untuk pertandingan ini dan Guardiola juga tidak melakukan apa pun untuk pertandingan ini," jelas Mourinho.

"Pemainlah yang melakukannya dan juga pelatih sebelumnya (menjuarai Liga Champions dan Liga Europa). Jadi, saya akan berada di pertandingan nanti hanya membantu klub saya dan pemain untuk memenangkan trofi. Tidak ada lain.  Ini bukan hal krusial untuk pekerjaan kami atau musim kami. Kami harus menjalani pramusim dan bekerja keras." (CLS)

Sumber:Kompas.com

Editor :Liwon Maulana(galipat)

-PENGERTIAN UMROH menurut saya umroh ialah berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan Thawaf, Sa’i dan Tahallul dalam wak

-PENGERTIAN UMROH
menurut saya umroh ialah berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan Thawaf, Sa’i dan Tahallul dalam waktu yang tidak ditentukan, untuk mencari keridhaan Allah SWt.

-KETERANGAN

Umroh disunahkan bagi setiap muslim yang mampu. Pelaksanaan dapat dilakukan kapan saja kecuali  tgl 10 Zulhijah dan hari-hari Tasyrik tgl 11,12,13 Zulhijah.

Umroh saat bulan Ramadhan sama dengan melakukan Ibadah Haji.

-UMROH DI BAGI MENJADI 3 YAITU:
 1. Umrah Mufradah
 2. Umrah Tamattu'
 3. Umrah Sunah

 -SYARAT-SYARAT UMROH:
 1. islam
 2. baligh/dewasa
 3. berakal sehat
 4. merdeka
 5. mampu

-TAHAPAN UMROH-TAHAPAN UMROH

 KEGIATAN
1. Berangkat menuju Miqat.
2. Berpakaian dan berniat Ihram di Miqat.
3. melakukan Shalat sunat ihram 2 rakaat jika memungkinkan.
4. Melafazhkan niat Umroh.
5. Teruskan perjalanan ke Mekah, dengan membaca Talbiah sebanyak-banyaknya dan mematuhi
    larangan saat ihram.
6. Melakukan Tawaf sebanyak 7 putaran.
7. Melakukan Sa'i antara Bukit Safa - Bukit Marwah sebanyak 7 kali.
8. melakukan Tahallul atau menggunting rambut.

-ISTILAH PADA IBADAH UMROH
Aqabah : salah satu tempat pelemparan jumrah, dengan nama jumrah Aqabah.
Arafah  : Tempat jamaah haji melakukan Wukuf yang di lakukan pada tanggal 9 dhulhizah.
Arbain  : Kegiatan shalat wajib 5 waktu yg berturut-turut selama 8 hari.

-RUKUN DAN WAJIB UMROH

-Rukun Umroh

1. Ihram : keadaan seseorang yang telah beniat untuk melaksanakan umrah.

larangan saat ihram:
1. Tidak boleh memotong dan mencabut rambut, memotong kuku,dan menggaruk kulit sampai terklupas.
2. Tidak boleh menggunakan parfum, termasuk parfum yang ada pada sabun.
3. Tidak boleh bertengkar.
4. Tidak boleh bermesraan.
5. Tidak boleh berhubungan suami isteri.
6. Tidak boleh berkata yang tidak baik.
7. Tidak boleh menikah atau menikahkan.
8. Tidak boleh berburu binatang atau membantu berburu.
9. Tidak boleh membunuh binatang (kecuali mengancam jiwa),dan mencabut tumbuhan.
10. Tidak boleh ber make-up.
11. Pria tidak boleh : memakai penutup kepala, memakai pakaian berjahit, dan tidak boleh  memakaialas kaki.

2. Tawaf : suatu ritual mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali sebagai bagian pelaksanaan umrah.

Adapun syarat-syaratnya adalah :
1. Suci dari hadast.
2. Suci badan/pakaian/tempat tawaf.
3. Menutup aurat.
4. Bermula pada sudut Al-Hajarul Aswad dan berniat Tawaf jika Tawaf Wada'/Sunat/Nazar.
5. Menjadikan Baitullah di sebelah kiri dan berjalan ke hadapan. (berlawanan dengan arah  jarum jam jika dilihat dari atas)
6. Berjalan bertujuan Tawaf, bukan bertujuan lain.
7. Cukup 7 kali keliling dengan yakin.
8. Dilakukan dalam Masjidil Haram dan di luar dari Hijir Ismail/Syazarwan.

Tawaf pun dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :
1. Tawaf Rukun.
2. Tawaf Qudum.
3. Tawaf Wada'.
4. Tawaf Sunat.
5. Tawaf Nazar.

Ada beberapa sunah-sunah tawaf diantaranya :
1. Berjalan kaki.
2. Berittiba' bagi Tawaf diiringi dengan Sa'ie (Lelaki)
3. Melakukan Ramal (Berlari-lari anak) bagi Tawaf yang diiringi dengan Sa'i       
   (Lelaki)
4. Istilam Hajarul Aswad dan Mengucupnya/Istilam Rukun Yamani dan tidak
    Mengucupnya.
5. Membaca Zikir dan Doa.
6. Berturut-turut 7 kali keliling.
7. Tawaf dengan Khusyuk/Tawadhuk.
8. Sembahyang Sunat Tawaf.
 
   3. Sa'i : salah satu rukun umrah yang dilakukan dengan berjalan kaki menuju Bukit Shafa ke
                Bukit Marwah sebanyak 7 kali.

   4. Tahallul : tahallul yaitu dengan mencukur atau memotong rambut sedikitnya 3 helai rambut.

                     -tahallul di bagi menjadi dua yaitu:
 1. Tahallul Awal
 2. Tahallul Sani/Qubra

   5. Tertib :menjalankan umroh dengan tertib.

-Wajib Umroh
     1. Niat Ihram di Miqat
     2. Meninggalkan larangan selama Ihram

-Hukum menunaikan ibadah Umrah ada dua yaitu:
    1. Wajib :jika melakukann umrah untuk haji
    2. Sunnah : jika melakukan umrah selain ibadah haji

Pada dasarnya orang yang sudah memenuhi syarat-syarat untuk mengerjakan haji, wajib hukumnya menunaikan ibadah tersebut. Akan te

Pada dasarnya orang yang sudah memenuhi syarat-syarat untuk mengerjakan haji, wajib hukumnya menunaikan ibadah tersebut. Akan tetapi, bagaimana jika ia menunda ibadah hajinya?

Ada dua pendapat di kalangan para ulama tentang masalah ini. Pertama, haji wajib segera dilaksanakan apabila seseorang telah memiliki kemampuan untuk pergi ke Baitullah. Pendapat ini didukung oleh para ulama madzhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali.

Pendapat kedua, haji wajib dilaksanakan dengan kelonggaran waktu. Artinya, meski seseorang sudah mampu menunaikan ibadah haji namun ia boleh melaksanakannya di lain kesempatan. Pendapat ini didukung oleh ulama madzhab Syafi’i, sebagian ulama madzhab Hanafi, dan sebagian ulama madzhab Maliki.

Terlepas dari dua pendapat yang berbeda di atas, haji tidak dapat ditunda-tunda jika ada hal-hal yang mengharuskannya segera dilaksanakan. Misalnya, karena nadzar, qadha’, kekhawatiran bahwa tahun-tahun berikutnya jatuh sakit atau meninggal dunia, maupun harta benda yang berkurang sehingga tidak cukup digunakan untuk membayar biaya haji.

Dalam kondisi-kondisi seperti itu, menunda pelaksanaan ibadah haji dilarang. Pada saat yang sama, jika syarat- syarat menunaikan haji sudah terpenuhi maka sunnah hukumnya segera melaksanakannya. Wallahu’alam

Sumber : http://www.jurnalhaji.com

Baca Artikel Lainnya : FILOSOFI DARI BERNIAT HAJI

Saco-Indonesia.com - Satuan Tugas (Satgas) Yonif 751/Raider menyergap tiga warga sipil bersenjata yang diidentifikasi dari Kelompok Yambi di Kabupaten Puncak Jaya pada Sabtu (15/3) lalu.

Saco-Indonesia.com - Satuan Tugas (Satgas) Yonif 751/Raider menyergap tiga warga sipil bersenjata yang diidentifikasi dari Kelompok Yambi di Kabupaten Puncak Jaya pada Sabtu (15/3) lalu.

"Selama ini Kodam XVII/Cenderawasih tidak menempatkan pihak yang berseberangan paham sebagai musuh, tetapi senantiasa mengajak mereka yang berbeda paham untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara damai," kata Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI Christian Zebua, Selasa (18/3).

DalAm penyergapan tersebut, katanya, selain meringkus tiga anggota sipil bersenjata, Yonif 751/Raider juga dan mengamankan 29 butir amunisi kaliber 5,56 mm, empat kaos loreng, satu celana loreng, satu tas rangsel, satu busur busur serta 10 anak panah.

Christian menyesalkan kejadian tersebut, karena masih ada kelompok-kelompok tertentu yang melakukan tindak kekerasan dengan menggunakan senjata api.

Dia mengatakan, kontak senjata tersebut terjadi pada saat Tim I Satuan Penugasan Pengamanan Daerah Rawan Yonif 751/R dengan kekuatan 15 orang anggota yang dipimpin oleh Sertu Obed Anggara melaksanakan Ambust di KV 2491.

"Saat dalam perjalanan menuju titik Ambust, kemudian bertemu dengan sekelompok masyarakat yang berjumlah 10 orang. ketika akan didekati, tiba-tiba empat orang dari kelompok tersebut melakukan penembakan ke arah personel Satgas Yonif 751/R," katanya dilansir dari Antara.

Christian lebih lanjut menuturkan, para prajurit TNI kemudian melakukan pengejaran terhadap empat orang yang melakukan penembakan, sehingga terjadi kontak tembak.

Kelompok sipil bersenjata ini, lanjut dia, terdesak di tepi jurang. Salah seorang di antaranya yang membawa senjata api yaitu Yekeles Enumbi melompat ke jurang sedangkan tiga rekannya mengalami luka tembak yaitu Tigabut Enumbi, Kindeman Telenggen/Taman Telenggen dan Metinus Telenggen.

"Ketiga orang ini kemudian dievakuasi ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Mulia untuk mendapatkan perawatan medis, sedangkan enam orang warga lainya dibawa menuju Polres Puncak Jaya guna penyelidikan lebih lanjut," katanya.

Editor : Maulana Lee

Sumber : Merdeka.com

Sifadiafira Adalah Perusahaan Rental Mobil di Jakarta. Memberikan Layanan sewa mobil dengan harga murah. Armada yang tersedia: A

Sifadiafira Adalah Perusahaan Rental Mobil di Jakarta. Memberikan Layanan sewa mobil dengan harga murah. Armada yang tersedia: Avanza, Inova, Travello, Luxio dll. Dapat digunakan untuk harian, Bulanan, atau Tahunan. Tersedia juga Paket untuk Perusahaan, Pribadi, Hari Raya atau Mudik Lebaran serta Moment-moment Liburan, Akhir Tahun, Natal atau Tahun baru.

Bersama kami, Anda bisa memilih yang sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan, semuanya terjamin kebersihannya dan yang pasti layak pakai karena rata-rata tahun pembuatan dari mobil-mobil tersebut diatas tahun 2008 dilengkapi dengan berbagai fitur yang dapat memberikan kenyamanan selama dalam perjalanan anda seperti : Pemutar Musik dan AC.

Disamping itu Armada mobil yang kami sewakan juga sudah di Cover dengan Asuransi All Risk, sehingga akan semakin menambah kenyamanan perjalanan anda tanpa harus khawatir jika terjadi sesuatu di luar dugaan seperti kecelakaan, terbentur atau segala sesuatu yang mengakibatkan hilang nya fungsi dari mobil atau kerusakan sehingga mobil tidak dapat berjalan atau lecet dan baret-baret maka anda tidak di bebankan biaya penggantian melebihi dari batas yang tetapkan.

Nikmati Layanan Sewa Mobil bersama Sifadiafira Car Rental Kebutuhan Transportasi anda menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Tujuan Utama kami adalah memberikan layanan Rental Mobil yang berkualitas.

saco-indonesia.com, Mantan Kepala Kesbanglinmas Kepulauan Aru, Maluku, Gerson Gainau telah hilang akibat tenggelamnya perahu tra

saco-indonesia.com, Mantan Kepala Kesbanglinmas Kepulauan Aru, Maluku, Gerson Gainau telah hilang akibat tenggelamnya perahu tradisional yang telah ditumpangi dalam pelayaran dari Desa Tunggu tujuan Dobo, ibu kota Kabupaten setempat, Minggu (26/1) petang. Pencarian hingga saaat ini masih dilakukan oleh tim SAR.

"Korban hingga kini belum dapat ditemukan, akibat upaya pencarian terhambat gelombang tinggi dan angin kencang," kata sumber Antara di Dobo, Ongky Nanulaitta, Senin (27/1).

Upaya pencarian yang intensif telah dilakukan sejak Minggu petang (26/1) yang terhambat oleh gelombang hingga ketinggian lima meter dan angin dengan kecepatan lebih dari 35 km per jam.

Pencarian yang dikoordinir Lanal Dobo dengan telah melibatkan masyarakat pesisir itu kesulitan karena hanya dengan mengandalkan perahu cepat (speedboat) maupun perahu tradisional.

Ongky juga mengemukakan, korban awalnya telah menumpang speedboat dari Desa Tunggu ke Dobo. Namun, dalam pelayaran armada cepat itu mogok karena adanya gangguan mesin lalu menumpang perahu tradisional. Nahas, perahu tradisional tersebut dihantam oleh gelombang tinggi sehingga terbalik dan Gerson terlepas pegangannya dari armada laut masyarakat pesisir tersebut.

Sedangkan, enam lainnya tetap berpegang di perahu tradisional, sehingga selamat dari dampak musim pancaroba yang telah melanda Tanah Air.

Sebelumnya kapal kargo KM Obelik yang karam di perairan Dobo, sejak 9 Januari 2014 hingga saat ini belum dievakuasi.

Kapal tu awalnya karam di perairan desa Wangel. Namun, karena terpaan gelombang hingga lima meter dan arus deras sehingga saat ini tergeser ke perairan Desa Wokam.


Editor : Dian Sukmawati

Mr. Tepper was not a musical child and had no formal training, but he grew up to write both lyrics and tunes, trading off duties with the other member of the team, Roy C. Bennett.

As governor, Mr. Walker alienated Republicans and his fellow Democrats, particularly the Democratic powerhouse Richard J. Daley, the mayor of Chicago.

Pronovost, who played for the Red Wings, was not a prolific scorer, but he was a consummate team player with bruising checks and fearless bursts up the ice that could puncture a defense.

Mr. Napoleon was a self-taught musician whose career began in earnest with the orchestra led by Chico Marx of the Marx Brothers.

Mr. Bartoszewski was given honorary Israeli citizenship for his work to save Jews during World War II and later surprised even himself by being instrumental in reconciling Poland and Germany.

Ms. Rendell was a prolific writer of intricately plotted mystery novels that combined psychological insight, social conscience and teeth-chattering terror.

WASHINGTON — The former deputy director of the C.I.A. asserts in a forthcoming book that Republicans, in their eagerness to politicize the killing of the American ambassador to Libya, repeatedly distorted the agency’s analysis of events. But he also argues that the C.I.A. should get out of the business of providing “talking points” for administration officials in national security events that quickly become partisan, as happened after the Benghazi attack in 2012.

The official, Michael J. Morell, dismisses the allegation that the United States military and C.I.A. officers “were ordered to stand down and not come to the rescue of their comrades,” and he says there is “no evidence” to support the charge that “there was a conspiracy between C.I.A. and the White House to spin the Benghazi story in a way that would protect the political interests of the president and Secretary Clinton,” referring to the secretary of state at the time, Hillary Rodham Clinton.

But he also concludes that the White House itself embellished some of the talking points provided by the Central Intelligence Agency and had blocked him from sending an internal study of agency conclusions to Congress.

Photo
 
Michael J. Morell Credit Mark Wilson/Getty Images

“I finally did so without asking,” just before leaving government, he writes, and after the White House released internal emails to a committee investigating the State Department’s handling of the issue.

A lengthy congressional investigation remains underway, one that many Republicans hope to use against Mrs. Clinton in the 2016 election cycle.

In parts of the book, “The Great War of Our Time” (Twelve), Mr. Morell praises his C.I.A. colleagues for many successes in stopping terrorist attacks, but he is surprisingly critical of other C.I.A. failings — and those of the National Security Agency.

Soon after Mr. Morell retired in 2013 after 33 years in the agency, President Obama appointed him to a commission reviewing the actions of the National Security Agency after the disclosures of Edward J. Snowden, a former intelligence contractor who released classified documents about the government’s eavesdropping abilities. Mr. Morell writes that he was surprised by what he found.

Advertisement

“You would have thought that of all the government entities on the planet, the one least vulnerable to such grand theft would have been the N.S.A.,” he writes. “But it turned out that the N.S.A. had left itself vulnerable.”

He concludes that most Wall Street firms had better cybersecurity than the N.S.A. had when Mr. Snowden swept information from its systems in 2013. While he said he found himself “chagrined by how well the N.S.A. was doing” compared with the C.I.A. in stepping up its collection of data on intelligence targets, he also sensed that the N.S.A., which specializes in electronic spying, was operating without considering the implications of its methods.

“The N.S.A. had largely been collecting information because it could, not necessarily in all cases because it should,” he says.

The book is to be released next week.

Mr. Morell was a career analyst who rose through the ranks of the agency, and he ended up in the No. 2 post. He served as President George W. Bush’s personal intelligence briefer in the first months of his presidency — in those days, he could often be spotted at the Starbucks in Waco, Tex., catching up on his reading — and was with him in the schoolhouse in Florida on the morning of Sept. 11, 2001, when the Bush presidency changed in an instant.

Mr. Morell twice took over as acting C.I.A. director, first when Leon E. Panetta was appointed secretary of defense and then when retired Gen. David H. Petraeus resigned over an extramarital affair with his biographer, a relationship that included his handing her classified notes of his time as America’s best-known military commander.

Mr. Morell says he first learned of the affair from Mr. Petraeus only the night before he resigned, and just as the Benghazi events were turning into a political firestorm. While praising Mr. Petraeus, who had told his deputy “I am very lucky” to run the C.I.A., Mr. Morell writes that “the organization did not feel the same way about him.” The former general “created the impression through the tone of his voice and his body language that he did not want people to disagree with him (which was not true in my own interaction with him),” he says.

But it is his account of the Benghazi attacks — and how the C.I.A. was drawn into the debate over whether the Obama White House deliberately distorted its account of the death of Ambassador J. Christopher Stevens — that is bound to attract attention, at least partly because of its relevance to the coming presidential election. The initial assessments that the C.I.A. gave to the White House said demonstrations had preceded the attack. By the time analysts reversed their opinion, Susan E. Rice, now the national security adviser, had made a series of statements on Sunday talk shows describing the initial assessment. The controversy and other comments Ms. Rice made derailed Mr. Obama’s plan to appoint her as secretary of state.

The experience prompted Mr. Morell to write that the C.I.A. should stay out of the business of preparing talking points — especially on issues that are being seized upon for “political purposes.” He is critical of the State Department for not beefing up security in Libya for its diplomats, as the C.I.A., he said, did for its employees.

But he concludes that the assault in which the ambassador was killed took place “with little or no advance planning” and “was not well organized.” He says the attackers “did not appear to be looking for Americans to harm. They appeared intent on looting and conducting some vandalism,” setting fires that killed Mr. Stevens and a security official, Sean Smith.

Mr. Morell paints a picture of an agency that was struggling, largely unsuccessfully, to understand dynamics in the Middle East and North Africa when the Arab Spring broke out in late 2011 in Tunisia. The agency’s analysts failed to see the forces of revolution coming — and then failed again, he writes, when they told Mr. Obama that the uprisings would undercut Al Qaeda by showing there was a democratic pathway to change.

“There is no good explanation for our not being able to see the pressures growing to dangerous levels across the region,” he writes. The agency had again relied too heavily “on a handful of strong leaders in the countries of concern to help us understand what was going on in the Arab street,” he says, and those leaders themselves were clueless.

Moreover, an agency that has always overvalued secretly gathered intelligence and undervalued “open source” material “was not doing enough to mine the wealth of information available through social media,” he writes. “We thought and told policy makers that this outburst of popular revolt would damage Al Qaeda by undermining the group’s narrative,” he writes.

Instead, weak governments in Egypt, and the absence of governance from Libya to Yemen, were “a boon to Islamic extremists across both the Middle East and North Africa.”

Mr. Morell is gentle about most of the politicians he dealt with — he expresses admiration for both Mr. Bush and Mr. Obama, though he accuses former Vice President Dick Cheney of deliberately implying a connection between Al Qaeda and Iraq that the C.I.A. had concluded probably did not exist. But when it comes to the events leading up to the Bush administration’s decision to go to war in Iraq, he is critical of his own agency.

Mr. Morell concludes that the Bush White House did not have to twist intelligence on Saddam Hussein’s alleged effort to rekindle the country’s work on weapons of mass destruction.

“The view that hard-liners in the Bush administration forced the intelligence community into its position on W.M.D. is just flat wrong,” he writes. “No one pushed. The analysts were already there and they had been there for years, long before Bush came to office.”

Imagine an elite professional services firm with a high-performing, workaholic culture. Everyone is expected to turn on a dime to serve a client, travel at a moment’s notice, and be available pretty much every evening and weekend. It can make for a grueling work life, but at the highest levels of accounting, law, investment banking and consulting firms, it is just the way things are.

Except for one dirty little secret: Some of the people ostensibly turning in those 80- or 90-hour workweeks, particularly men, may just be faking it.

Many of them were, at least, at one elite consulting firm studied by Erin Reid, a professor at Boston University’s Questrom School of Business. It’s impossible to know if what she learned at that unidentified consulting firm applies across the world of work more broadly. But her research, published in the academic journal Organization Science, offers a way to understand how the professional world differs between men and women, and some of the ways a hard-charging culture that emphasizes long hours above all can make some companies worse off.

Photo
 
Credit Peter Arkle

Ms. Reid interviewed more than 100 people in the American offices of a global consulting firm and had access to performance reviews and internal human resources documents. At the firm there was a strong culture around long hours and responding to clients promptly.

“When the client needs me to be somewhere, I just have to be there,” said one of the consultants Ms. Reid interviewed. “And if you can’t be there, it’s probably because you’ve got another client meeting at the same time. You know it’s tough to say I can’t be there because my son had a Cub Scout meeting.”

Some people fully embraced this culture and put in the long hours, and they tended to be top performers. Others openly pushed back against it, insisting upon lighter and more flexible work hours, or less travel; they were punished in their performance reviews.

The third group is most interesting. Some 31 percent of the men and 11 percent of the women whose records Ms. Reid examined managed to achieve the benefits of a more moderate work schedule without explicitly asking for it.

They made an effort to line up clients who were local, reducing the need for travel. When they skipped work to spend time with their children or spouse, they didn’t call attention to it. One team on which several members had small children agreed among themselves to cover for one another so that everyone could have more flexible hours.

A male junior manager described working to have repeat consulting engagements with a company near enough to his home that he could take care of it with day trips. “I try to head out by 5, get home at 5:30, have dinner, play with my daughter,” he said, adding that he generally kept weekend work down to two hours of catching up on email.

Despite the limited hours, he said: “I know what clients are expecting. So I deliver above that.” He received a high performance review and a promotion.

What is fascinating about the firm Ms. Reid studied is that these people, who in her terminology were “passing” as workaholics, received performance reviews that were as strong as their hyper-ambitious colleagues. For people who were good at faking it, there was no real damage done by their lighter workloads.

It calls to mind the episode of “Seinfeld” in which George Costanza leaves his car in the parking lot at Yankee Stadium, where he works, and gets a promotion because his boss sees the car and thinks he is getting to work earlier and staying later than anyone else. (The strategy goes awry for him, and is not recommended for any aspiring partners in a consulting firm.)

A second finding is that women, particularly those with young children, were much more likely to request greater flexibility through more formal means, such as returning from maternity leave with an explicitly reduced schedule. Men who requested a paternity leave seemed to be punished come review time, and so may have felt more need to take time to spend with their families through those unofficial methods.

The result of this is easy to see: Those specifically requesting a lighter workload, who were disproportionately women, suffered in their performance reviews; those who took a lighter workload more discreetly didn’t suffer. The maxim of “ask forgiveness, not permission” seemed to apply.

It would be dangerous to extrapolate too much from a study at one firm, but Ms. Reid said in an interview that since publishing a summary of her research in Harvard Business Review she has heard from people in a variety of industries describing the same dynamic.

High-octane professional service firms are that way for a reason, and no one would doubt that insane hours and lots of travel can be necessary if you’re a lawyer on the verge of a big trial, an accountant right before tax day or an investment banker advising on a huge merger.

But the fact that the consultants who quietly lightened their workload did just as well in their performance reviews as those who were truly working 80 or more hours a week suggests that in normal times, heavy workloads may be more about signaling devotion to a firm than really being more productive. The person working 80 hours isn’t necessarily serving clients any better than the person working 50.

In other words, maybe the real problem isn’t men faking greater devotion to their jobs. Maybe it’s that too many companies reward the wrong things, favoring the illusion of extraordinary effort over actual productivity.

Late in April, after Native American actors walked off in disgust from the set of Adam Sandler’s latest film, a western sendup that its distributor, Netflix, has defended as being equally offensive to all, a glow of pride spread through several Native American communities.

Tantoo Cardinal, a Canadian indigenous actress who played Black Shawl in “Dances With Wolves,” recalled thinking to herself, “It’s come.” Larry Sellers, who starred as Cloud Dancing in the 1990s television show “Dr. Quinn, Medicine Woman,” thought, “It’s about time.” Jesse Wente, who is Ojibwe and directs film programming at the TIFF Bell Lightbox in Toronto, found himself encouraged and surprised. There are so few film roles for indigenous actors, he said, that walking off the set of a major production showed real mettle.

But what didn’t surprise Mr. Wente was the content of the script. According to the actors who walked off the set, the film, titled “The Ridiculous Six,” included a Native American woman who passes out and is revived after white men douse her with alcohol, and another woman squatting to urinate while lighting a peace pipe. “There’s enough history at this point to have set some expectations around these sort of Hollywood depictions,” Mr. Wente said.

The walkout prompted a rhetorical “What do you expect from an Adam Sandler film?,” and a Netflix spokesman said that in the movie, blacks, Mexicans and whites were lampooned as well. But Native American actors and critics said a broader issue was at stake. While mainstream portrayals of native peoples have, Mr. Wente said, become “incrementally better” over the decades, he and others say, they remain far from accurate and reflect a lack of opportunities for Native American performers. What’s more, as Native Americans hunger for representation on screen, critics say the absence of three-dimensional portrayals has very real off-screen consequences.

“Our people are still healing from historical trauma,” said Loren Anthony, one of the actors who walked out. “Our youth are still trying to figure out who they are, where they fit in this society. Kids are killing themselves. They’re not proud of who they are.” They also don’t, he added, see themselves on prime time television or the big screen. Netflix noted while about five people walked off the “The Ridiculous Six” set, 100 or so Native American actors and extras stayed.

Advertisement

But in interviews, nearly a dozen Native American actors and film industry experts said that Mr. Sandler’s humor perpetuated decades-old negative stereotypes. Mr. Anthony said such depictions helped feed the despondency many Native Americans feel, with deadly results: Native Americans have the highest suicide rate out of all the country’s ethnicities.

The on-screen problem is twofold, Mr. Anthony and others said: There’s a paucity of roles for Native Americans — according to the Screen Actors Guild in 2008 they accounted for 0.3 percent of all on-screen parts (those figures have yet to be updated), compared to about 2 percent of the general population — and Native American actors are often perceived in a narrow way.

In his Peabody Award-winning documentary “Reel Injun,” the Cree filmmaker Neil Diamond explored Hollywood depictions of Native Americans over the years, and found they fell into a few stereotypical categories: the Noble Savage, the Drunk Indian, the Mystic, the Indian Princess, the backward tribal people futilely fighting John Wayne and manifest destiny. While the 1990 film “Dances With Wolves” won praise for depicting Native Americans as fully fleshed out human beings, not all indigenous people embraced it. It was still told, critics said, from the colonialists’ point of view. In an interview, John Trudell, a Santee Sioux writer, actor (“Thunderheart”) and the former chairman of the American Indian Movement, described the film as “a story of two white people.”

“God bless ‘Dances with Wolves,’ ” Michael Horse, who played Deputy Hawk in “Twin Peaks,” said sarcastically. “Even ‘Avatar.’ Someone’s got to come save the tribal people.”

Dan Spilo, a partner at Industry Entertainment who represents Adam Beach, one of today’s most prominent Native American actors, said while typecasting dogs many minorities, it is especially intractable when it comes to Native Americans. Casting directors, he said, rarely cast them as police officers, doctors or lawyers. “There’s the belief that the Native American character should be on reservations or riding a horse,” he said.

“We don’t see ourselves,” Mr. Horse said. “We’re still an antiquated culture to them, and to the rest of the world.”

Ms. Cardinal said she was once turned down for the role of the wife of a child-abusing cop because the filmmakers felt that casting her would somehow be “too political.”

Another sore point is the long run of white actors playing American Indians, among them Burt Lancaster, Rock Hudson, Audrey Hepburn and, more recently, Johnny Depp, whose depiction of Tonto in the 2013 film “Lone Ranger,” was viewed as racist by detractors. There are, of course, exceptions. The former A&E series “Longmire,” which, as it happens, will now be on Netflix, was roundly praised for its depiction of life on a Northern Cheyenne reservation, with Lou Diamond Phillips, who is of Cherokee descent, playing a Northern Cheyenne man.

Others also point to the success of Mr. Beach, who played a Mohawk detective in “Law & Order: Special Victims Unit” and landed a starring role in the forthcoming D C Comics picture “Suicide Squad.” Mr. Beach said he had come across insulting scripts backed by people who don’t see anything wrong with them.

“I’d rather starve than do something that is offensive to my ancestral roots,” Mr. Beach said. “But I think there will always be attempts to drawn on the weakness of native people’s struggles. The savage Indian will always be the savage Indian. The white man will always be smarter and more cunning. The cavalry will always win.”

The solution, Mr. Wente, Mr. Trudell and others said, lies in getting more stories written by and starring Native Americans. But Mr. Wente noted that while independent indigenous film has blossomed in the last two decades, mainstream depictions have yet to catch up. “You have to stop expecting for Hollywood to correct it, because there seems to be no ability or desire to correct it,” Mr. Wente said.

There have been calls to boycott Netflix but, writing for Indian Country Today Media Network, which first broke news of the walk off, the filmmaker Brian Young noted that the distributor also offered a number of films by or about Native Americans.

The furor around “The Ridiculous Six” may drive more people to see it. Then one of the questions that Mr. Trudell, echoing others, had about the film will be answered: “Who the hell laughs at this stuff?”