Anda Mencari Jasa Konsultan ISO 9001 di Bolaang Mongondow Timur Kami Solusinya Hubungi : 0857 1027 2813 konsultaniso9001.net adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan.

Jasa Konsultan ISO 9001 di Bolaang Mongondow Timur Melalui berbagai TRAINING ISO yang diselenggarakan menggunakan Metode Accelerated Learning, sehingga Karyawan Dipacu untuk lebih aktif dalam pembelajaran sehingga dapat menerapkan Sistem ini dengan Baik Nantinya. Jasa Konsultan ISO 9001 di Bolaang Mongondow Timur

Tag :
Konsultan ISO 9001 | Jasa Konsultan ISO 9001 di Bolaang Mongondow Timur

Jasa Training ISO di Aceh Besar

Jasa Training ISO di Aceh Besar | Hubungi : 0857 1027 2813 PT Bintang Solusi Utama adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan. Jasa Training ISO di Aceh Besar

JAKARTA, Saco-Indonesia.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menyita uang 300.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 2,3 miliar (kur

JAKARTA, Saco-Indonesia.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menyita uang 300.000 dollar Singapura atau sekitar Rp 2,3 miliar (kurs Rp 7.800) dalam operasi tangkap tangan pegawai pajak di halaman terminal III Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (15/5/2013). Uang tersebut diduga diberikan seorang pegawai perusahaan baja berinisial E untuk dua pemeriksa pajak berinisial MDI dan ED melalui seorang kurir berinisial T.

Juru Bicara KPK Johan Budi menuturkan, pada Selasa (14/5/2013) malam, pegawai pajak MDI membawa mobil Avanza ke halaman terminal III Bandara Soetta. Kemudian, lanjut Johan, kunci Avanza itu diserahkan kepada seseorang berinisial T yang diduga sebagai kurir. "Setelah itu mereka pergi. Kami juga menduga setelah kunci diserahkan oleh kurir, dimasukkan uang 300 ribu dollar Singapura," kata Johan.

Pada Rabu, menurut Johan, MDI bersama rekannya pegawai pajak ED kembali ke halaman Terminal III Bandara Soetta tersebut untuk mengambil uang. "Di sana juga sudah ada T dan ada uangnya, lalu kita tangkap," ungkap Johan. Dugaan sementara, uang ini diberikan untuk menyelesaikan persoalan pajak perusahaan baja The MS, tempat E bekerja.

Kini, baik E, MDI, ED, dan T, diamankan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta untuk diperiksa lebih jauh dan ditentukan status hukumnya.

Editor :Liwon Maulana(galipat)

  Emotional Spiritual Quotient (ESQ) Emotional Spiritual Quotient (ESQ) is a combination of EQ and SQ , the m

 

Emotional Spiritual Quotient (ESQ) is a combination of EQ and SQ , the merger between emotional intelligence and spiritual control. The benefits that can be achieved it is a balance between horizontal relationship (human to human) and Vertical (man and God). Emotional Spiritual Quotient (ESQ) is the ability to synergize IQ, EQ and SQ. Emotional Spiritual Quotient (ESQ) can make someone to interpret his life as worship to the God, He is integrative thinking by understanding the overall living conditions. A person who has the ability Emotional Spiritual Quotient (ESQ) tall would think from within, not from the outside and not be affected by interference from outside.

read more

 

Judge Patterson helped to protect the rights of Attica inmates after the prison riot in 1971 and later served on the Federal District Court in Manhattan.

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Artikel lainnya »