Training 5S

Anda Mencari Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Murah di Karangasem Kami Solusinya Hubungi : 0857 1027 2813 konsultaniso9001.net adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan.

Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Murah di Karangasem Melalui berbagai TRAINING ISO yang diselenggarakan menggunakan Metode Accelerated Learning, sehingga Karyawan Dipacu untuk lebih aktif dalam pembelajaran sehingga dapat menerapkan Sistem ini dengan Baik Nantinya. Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Murah di Karangasem

Tag :
Konsultan ISO 9001 | Tempat Jasa Konsultan ISO 9001 Murah di Karangasem

Jasa Pelatihan ISO 9001 Terbaik dan Berpengalaman di Luwu Utara

Jasa Pelatihan ISO 9001 Terbaik dan Berpengalaman di Luwu Utara | Hubungi : 0857 1027 2813 PT Bintang Solusi Utama adalah Jasa Konsultan ISO 9001, Consultant ISO 14001, Konsultan ISO 22000, OHSAS 18001, Penyusunan Dokumen CSMS-K3LL, K3, ISO/TS 16949,Dll yang BERANI memberikan JAMINAN KELULUSAN & MONEYBACK GUARANTEE ( Tanpa Terkecuali ) yang tertuang dalam kontrak kerja. Sebagai Konsultan ISO dan HSE TERBAIK dan BERPENGALAMAN kami siap membantu perusahaan bapak dan ibu dalam membangun sistem manajemen ISO dan HSE dengan pendekatan yang sistematis tanpa ribet dengan tujuan bagaimana sistem ISO tersebut bisa bermanfaat bagi perkembangan perusahaan serta menjadi pondasi yang kuat untuk kemajuan perusahaan. Jasa Pelatihan ISO 9001 Terbaik dan Berpengalaman di Luwu Utara

Saco-Indonesia.com - Lapangannya rata berlapis karpet warna hijau. Luasnya sekitar 100x63 meter persegi.

Saco-Indonesia.com - Lapangannya rata berlapis karpet warna hijau. Luasnya sekitar 100x63 meter persegi. Fasilitasnya lumayan mendukung, seperti ruang ganti, kantor, ruang kesehatan, dan lahan parkir. Namun sayang fasilitas ini tidak terawat. Ruangan tepat di depan lapangan itu jauh dari kata layak digunakan sekolah sepak bola bertaraf internasional. Plafonnya rusak dan catnya kusam.

Apalagi toiletnya, tidak ada kucuran air hangat dan dingin pembasuh badan usai berlatih. Begitulah pemandangan di bekas Liverpool Internasional Football Academy di lapangan hoki, Senayan, Jakarta Pusat. Hanya lapangan saja berstandar internasional. Sisanya boleh dibilang jauh dari gambaran sarang tempat berlatih sepak bola mendunia, seperti Liverpool.

Sejak berdiri Juli 2011, Liverpool Internasional Football Academy menggunakan lapangan dalam kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. Awalnya SSB Liverpool menggunakan lapangan F, namun belakangan pindah ke lapangan hoki hingga akhirnya ditutup. Mereka menyewa lapangan di Senayan tanpa membangun fasilitas sendiri di Indonesia.

Mantan kepala operasional International Football Academy Soccer School dan Arsenal Yahya menilai belum ada keseriusan sekolah sepak bola asing mendirikan cabang di Indonesia. Sebab tidak satu pun SSB asing ini memiliki lapangan sendiri atau membangun fasilitas pendukung.

Mereka lebih berorientasi bisnis untuk menguntungkan nama klub itu sendiri. "Belum ada sejauh ini, belum ada yang serius," kata Yahya saat berbincang-bincang, di Senayan, akhir pekan lalu.

Sejak SSB Liverpool ditutup, Yahya kini menjadi kepala pelatih Tik Tak Football First. Semua mantan peserta didik SSB Liverpool berlatih di Tik Tak. Mereka mengaku sudah nyaman dengan komposisi latihan dan tidak ingin bubar. Begitulah cikal bakal berdirinya Tik Tak Football First hingga saat ini.

Selain tempat menyewa, ketidakseriusan lain SSB asing itu tidak memiliki program buat menyalurkan peserta didik berbakat mereka di klub bersangkutan. Menurut Yahya, sejauh pengalamannya melatih di dua SSB, Liverpool dan Arsenal, belum ada satu anak didiknya berangkat ke luar negeri menimba ilmu atau paling tidak mengikuti seleksi masuk menjadi pemain. "Pengalaman saya di Arsenal tiga tahun sepuluh bulan, belum pernah ada satu pun pemain muda berbakat," ujarnya.

Pengamat sepak bola Indonesia Wesley Hutagalung mengakui menjamurnya sekolah sepak bola bertaraf internasional masih mengakomodasi anak-anak keluarga mampu dengan kegiatan berkeringat, gangguan kegemukan, atau sekadar permainan olahraga. Sejauh ini, idealisme tak berjalan seiring dengan jumlah anak-anak berbakat di Indonesia. "Di ibu kota mempunyai kendala pada waktu latihan dengan jam sekolah formal sendiri, terbentur jarak lapangan, jam sekolah," tuturnya.

Wesley menilai PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) seharusnya merangkul SSB asing. Dia berpendapat keberadaan SSB asing mestinya diikuti konsistensi teruji. "Pengiriman anak didik berlatih atau bermain ke klub induk masih sebuah mimpi. Pastinya akan terbentur dengan minimal peringkat FIFA untuk bisa bermain di tanah Eropa," katanya.

Anggota Komite Eksekutif PSSI La Siya mengatakan semuanya dikembalikan kepada masyarakat untuk lebih jeli karena menjamurnya SSB asing bak dua sisi mata uang. Menurut dia, jika SSB asing bisa dikelola dengan baik ikut berkontribusi pada perkembangan sepak bola di Indonesia.

"Namun jika salah satu aspek, seperti pelatih asingnya tidak benar, bisa jadi efek buruk bagi anak didiknya," ujarnya.

Sumber :kompas.com

Editor : Maulana Lee

DUNIA PENDIDIKAN TERCEMAR OLEH OKNUM KEPSEK SMA N 8 TANGERANG

Oknum Kepala Sekolah SMA N 8 Tangerang pemakai narkoba ditangkap Polisi Polres Tiga Raksa Tangerang, yang seharusnya memberi contoh teladan kepada anak murid maupun masyarakat disekelilingnya ini malah mencoreng nama besar GURU yang artinya digugu dan ditiru, tentu saja kebaikannya dong bukan keburukannya mudah-mudahan Cuma satu oknum saja, amin

 

Sumber:Radio Elsinta

Editor:Maulana Lee

Under Mr. Michelin’s leadership, which ended when he left the company in 2002, the Michelin Group became the world’s biggest tire maker, establishing a big presence in the United States and other major markets overseas.

Mr. Bartoszewski was given honorary Israeli citizenship for his work to save Jews during World War II and later surprised even himself by being instrumental in reconciling Poland and Germany.

Artikel lainnya »